Advertisment

Wednesday, May 9, 2012

Pak Raden dan Game (Tribute to Pak Raden Edition)

Etnokartunologi (Kamarkos-Sby).Tribute to Pak Raden terus bergulir dan sudah ratusan karya dari para partisipan yang turut menghiasi group 1000 karikatur untuk Pak Raden. Berbagai tema dengan beragam teknik penggambaran turut diusung oleh beberapa teman kartunis. Mulai yang karikatur bersifat dilematisasi masalah Unyil bagi Pak Raden sampai pada karikatur juga gambar sketsa tentang Pak Raden alias Drs Suyadi.
Setelah lama mengikuti dan mengamati berbagai ragam karya yang masuk, ada salah satu tema yang menurut saya sangat kreatif dan bukan hanya sekadar ngartun. Tema yang menjadi pokok bahasan dalam artikel ini adalah Pak Raden dan Game.
Game adalah permainan yang dapat menyebabkan orang menjadi lebih santai, ada unsur kompetetisi dan melatih kita dalam mengambil keputusan yang cepat, tepat dan cermat. Kali ini game yang saya bahas adalah game yang berhubungan dengan era kemajuan teknologi virtual yaitu video game. Video game pada masa awal kejayaan dimulai dari para konsol pioner seperti Atari, Sega, Nintento sampai pada PlayStation. Semuanya rata-rata menawarkan hal yang sama: kesenangan dan hiburan di kala senggang. Tidak sedikit pengembang game yang membuat satu game tapi diperuntukan untuk beda konsol. Misalnya game Resident Evil, ada yang mempunyai keterkaitan episode namun jika kita ingin memainkan harus berganti pada konsol video gamenya: Resident Evil 3 Nemesis untuk PS dan Resident Evil Code Veronica untuk konsol lain yaitu Sega.
Game ibarat dua mata pisau, bisa membuat orang terhibur, namun bisa membuat orang lupa. Lupa waktu, lupa diri bahkan lupa teman akibat menekuni satu permainan dalam waktu yang kadang kita tidak membatasi. Seperti pada era PS 1 saya pernah tidak keluar kamar selama 34 jam karena sedang menamatkan salah satu game RPG (game yang bercerita, lama dan CD sampai berjumlah 4 buah).
Tribute to Pak Raden, menyajikan kreativitas para kartunis untuk melihat sisi lain permasalahan berkesenian dan hak cipta dalam sudut pandang yang variatif. Game adalah salah satu sudut pandang yang menarik untuk dihubungkan dengan situasi itu, mengingat hidup adalah permainan. Kita hidup di dunia yang penuh sandiwara, dengan cerita yang mudah berubah, itu kata Ahmad Akbar dalam Album Semut Hitam.
Berdasarkan pengamatan dan olah TKP selama mengikuti berbagai karya yang terus mengalir di Tribute to Pak Raden, saya mempunyai beberapa catatan tentang karya yang berhubungan dengan game. Ada Pak Raden dan Angry Bird, Super Mario Raden sampai Pak Raden dan South Park. 
Courtesy of Ardhiw Mangaka's artwork
Angry Pak Raden adalah karya dari Ardhiw Mangaka yang saya ambil dari FB. Berasal dari game yang sekarang banyak dimainkan pada berbagai media: Angry Bird. Game tentang kemarahan burung yang merasa terusik karena telurnya telah dicuri oleh gerombolan babi hijau dari kerajaan sebelah. Kemarahan ini menimbulkan pergolakan antar hewan yang di motori oleh burung merah yang diikuti oleh burung-burung yang lain dengan kemampuan yang beragam. Game ini bisa kita mainkan mulai dari versi online di Google plus, FB, Android sampai kita bisa mencari masternya untuk kemudian kita instal di PC atau laptop kita. Pihak pengembang game ini Rivio tidak keberatan jika gamenya Angry Bird yang telah terbit dalam beberapa Seri dan versi untuk kita ambil secara gratisan. Menurut mereka semakin banyak orang yang mengambil maka semakin tertantang untuk mengembangkan seri dan versi yang lebih baik. 
Angry Pak Raden adalah representasi (seperti kebanyakan skripsi dari prodi sebelah yang banyak mengambil judul dengan kata representasi...:) dari masalah yang sedang dihadapi oleh Drs. Suyadi alias Pak Raden terhadap masalah hak cipta atas unyilnya. Hak cipta diibaratkan telur yang menjadi harta yang paling berharga dari para burung di Angry Bird. 
Courtesy of Yuu Dark's artwork
Game yang kedua adalah Super Pak Raden yang diambil dari game Super Mario Bros, sebuah game yang pernah jaya di era game nintendo dengan model kaset non cd. Game ini melatih kecepatan dan ketepatan kita dalam memainkan karakter Super Mario, yaitu seorang ahli ledeng yang harus berpetualang dengan untuk mendapatkan poin yang banyak dengan menyundul kotak yang berada di atas area serta mengunjungi tempat-tempat yang tersembunyi. Game ini mempunyai musuh berupa hewan-hewan langkah tapi jahat dan endingnya adalah jika kita telah menyelesaikan sebuah misi maka harus menuju tiang bendera untuk mencari tambahan poin. Super Pak Raden dibuat secara sempurna oleh Yuu Dark yang dibuat dengan perpaduan karakter khas antara Super Mario dengan Pak Raden. Ikonisitas Pak Raden pada kumis dan baju hitam khas Jawa disajikan dengan perpaduan gerakan Super Mario yang selalu berorientasi mencari poin sebanyak-banyaknya. Gambar ini merepresentasikan suara hati Pak Raden dalam upaya pencarian pengakuan atas karya ciptaannya di tengah negeri yang kurang bisa menghargai karya unik dari seorang seniman. 

Courtesy of Sis Mustassem's artwork



Game selanjutnya adalah South Park, game ini yang saya ketahui adalah game balap yang interaktif ala CTR (Crash Bandicot Racing). South Park adalah sebuah serial televisi kartun dari Amerika Serikat yang diciptakan dan ditulis oleh Matt Stone dan Trey Parker. Diedarkan dan ditayangkan oleh Comedy Central sejak 1997, seri ini menceritakan pengalaman empat anak Sekolah Dasar yang tinggal di suatu kota kecil di South Park, Colorado. Salah satu episodenya, berjudul Best Friends Forever, meraih Penghargaan Emmy pada tahun 2005 dalam kategori Program Animasi Terbaik.South Park adalah animasi sederhana dengan karakter kartun yang imut. Pada karya buatan Sis Mustassem, Pak Raden digambarkan menyerupai salah satu tokoh dalam South Park yang tidak melupakan karakter khas Pak Raden dengan baju Jawa khas, tongkat, blangkon dan tentunya kumis tebal sebagai simbol kewibawaan seorang lelaki. Unyil keluar dari kotak televisi sambil berteriak Papaa !!, namun yang agak masih kurang dan menjadi evaluasi adalah pada permasalahn ekspresi. Seandainya ada aktivitas yang saling berinteraksi, gambar akan terlihat lebih hidup. Namun dari sisi pemilihan ide, bisa saya katakan bagus dan kreatif. 
Ketiga gambar di atas adalah salah tiga dari ratusan gambar karya anak bangsa, sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas yang tinggi terhadap masalah yang dihadapi sesama seniman. Life is Game. Salam Ngartun

No comments:

Post a Comment