Advertisment

Thursday, December 28, 2017

Mancing Wader Spot Kemiri Kepanjen

Mancing liar menghadirkan sensasi tersendiri apalagi saat musim hujan. Tidak salah jika banyak pemancing yang menganggap musim hujan adalah berkah untuk target tertentu. Liburan Natal 2017 saya manfaatkan untuk mencoba spot selatan kota Malang (karena sekarang sudah pindah tinggal di pedesaan yang dikelilingi oleh banyak sungai dan saluran air). Mencoba umpan biskuit klik untuk beberapa saluran air irigasi sudah terbukti bisa menghasilkan wader. 
Terima Kasih Tukang Kunci Pasar Kepanjen 
Gayung pun bersambut, setelah memasang beberapa foto hasil mancing uji coba di sekitaran spot arjowinangun. Ada kawan dari Pokoke Mancing Wader (PMW) Malang yang mau mengajak menjelajah spot liar lain dengan suasana yang meriah. Daerah Kemiri Kepanjen saya pelajari beberapa saat di peta mbah gugel. 
Menuju Lokasi 
Adalah Hasan Sobo Kali dan Cak Prayitno (Cak Yit) yang dengan senang hati melayani pencarian spot baru nan alami. Tanggal 26 Desember 2017 pukul 08:00 WIB menjadi momentum perjalanan ke Malang bagian Kepanjen. Saya berangkat sendiri dari daerah Kalimeri dan janjian di jalan bersama duo waderer PMW. Ada cobaan awal yang terjadi saat memasuki kawasan Kota Kepanjen, saat masuk SPBU untuk mengisi bahan bakar, sudah ikut antri ternyata kunci motor tidak ada. Memang sebelumnya kunci ini mudah lepas dan sudah saya pasang tali pengait lengkap dengan gantungan minnow tanpa kail (pemberian sahabat mancing dari Jogja kulone Progo). Segera mengambil keputusan tidak mungkin balik menyusuri jalan demi segenggam kunci bertali merah. Maka saya meluncur ke kota. Atas informasi seorang Bapak Tukang Parkir akhirnya tukang kunci ketemu. 
Hasan Sobo Kali 
Setelah sarapan dan membeli amunisi perut di daerah selatan Yon Zipur Jalan Panji (Namanya daerah pinggiran kota, makan minum sebotol air kemasan besar dan tiga bungkus kopi panas hanya menghabiskan 21k). Bertemu di jalan dengan duo waderer PMW meluncurlah kami ke lokasi. Sebelum jembatan di belakang kawasan Wisata Milkindo, perjuangan menuju spot dimulai dengan melewati jalan tanah kecil. Off road by motor tipis-tipis.