Advertisment

Wednesday, January 25, 2017

10 Fakta Unik Gerak Jalan Mojokerto Suroboyo 2016

Gerak Jalan Perjuangan (GJP) Mojosuro adalah gerak jalan tradisional sebagai napak tilas perjuangan laskar rakyat dalam pertempuran 10 November di Surabaya. Gerak jalan ini mengambil rute dari Kota Mojokerto menuju Surabaya sejauh 56 km. Dua kali saya berkesempatan mengikuti lomba yang menjadi salah satu kebanggaan wong suroboyo ini. Pada tahun 2016 ada kesempatan untuk menjadi peserta tunggal perorangan karena kawan yang biasa menjadi kolega gerak jalan sudah pindah kerja di luar pulau. Tahun 2016 menjadi momen mengikuti gerak jalan dengan status telah menjadi Bapak Anak Satu. Inilah salah satu cara melatih stamina fisik dan menumbuhkan jiwa nasionalisme dari lingkungan terkecil yaitu keluarga. Kalah menang itu wajar, yang penting berpartisipasi dan tidak menjadi peserta yang kurang ajar.
Berikut para peserta perorangan yang meraih kemenangan dalam menaklukan 56 km dengan ketepatan waktu yang akurat. Juara Perorangan Pria, Juara I Didik Wijanarko (Taman Sidoarjo), juara II Oktofianus K (Wonosari Malang), juara III Sugeng Waluyo (Puri Mojokerto). Untuk Katerogi Perorangan putri juara I  Rohyati (Gayamsari Semarang), juara II Sri Rustiati (Driyorejo Gresik), juara III Nanik Sudiyanti (Sepanjang Taman Sidoarjo)

Inilah 10 fakta unik dan menggelitik dari Gerak Jalan Mojosuro 2016 versi on the crot: 

1. Gerak jalan dan aksi demo bonek
Kembalikan Persebaya 

Bonek Anti Masuk Angin 

2. Diikuti segala usia
Pejuang Muda 

Ijo Imut 


Mbah Reog


3. Kuhamil duluan lalu gerak jalan
Hamil 9 tahun 


4. Waria (Wanita tapi Pria) yang tangguh
Waria Muda 

MILF 

Gak sanggup mau nulis caption apa

5. Kategori pelajar
    Ada yang berbeda dengan GJP akhir-akhir ini, biasanya kategori beregu umum dan militer, kini ada kategori beregu pelajar. Tentu saja mereka berbeda dengan grup karang taruna yang biasanya mewarnai peserta berkelompok. Tahun ini SMAN 22 Surabaya mendominasi juara (I dan II). Sementara Juara II diraih oleh IPM SMK Muhammadiyah 2 Taman. Berdasarkan pengamatan selama berlomba, yang paling bersemangat dan tangguh dalam berjalan adalah dari golongan pelajar yang ikut paskibra. Mereka terlatih dalam berjalan bersama secara kompak.
Kategori Pelajar 

6. Masmelow (Manusia Kepala Ember)
Manusia Ember 


7. Totalitas di medan juang
Pejuang Wanita 

Antara Milisi dan Jamaah Haji 

Siap Tempur 
Dalam penentuan juara GJP ada kriteria juara dari gaya berpakaian yaitu kategori pakaian perjuangan. Juara kategori pakaian perjuangan Pria: Juara I Tatok Kurniawan (Bangil), Juara II Suhariyono (Surabaya), Juara III M. Suroso. Sedangkan untuk kategori pakaian perjuangan putri: Juara I Prasasti W (Surabaya), Juara II Purwaningtyas (Surabaya), Juara III Supriatin (Sidoarjo).


8. Yel-yel peserta
Lagu legendaris gerak jalan ini adalah "Minggiro-minggiro gerak jalan mojokerto suroboyo, pegele gak sepiro teko omah dipijeti morotuo
Bolos Sekolah 
Inilah salah satu daya tarik dari lomba tahunan, yel-yel yang dinyanyikan peserta sepanjang jalan. Khususnya peserta beregu, menjadi pembangkit semangat dan ada lagu-lagu yang konyol membuat kita tersenyum bahkan tertawa. Jika peserta beregu dari instansi militer menyanyikan lagu yel perjuangan maupun yel kesatuan. Beda dengan beregu dari karangtaruna mempunyai yel-yel yang lucu, sarkas, bahkan sedikit porno.
 Lagu-lagu yang sempat terdengar dan teringat di lubuk hati saya yang paling dalam diantaranya:
"Dalane goblok, dalane goblok, sing ngatur macet"

"Ya Allah ya Rabi - Di gowo gak di rabi"

"Gak Pegel Blas, Gak Pegel Blas !!"

"Satu-satu aku sayang ibu, dua dua juga sayang ibu, tiga tiga masih sayang ibu, satu dua tiga sayang ibu-ibu"

"Matahari terbenam hari mulai malam, terdengar burung hantu suaranya merdu. Susi Susi Susi, Susi gak duwe susu


9. Peserta Costplayer
Lomba ini juga menjadi ajang pamer baju kreasi bagi peserta utamanya peserta perorangan. Kita diberi kebebasan untuk menentukan kostum kita sendiri yang penting sopan dan tidak telanjang bulat di jalanan. Kostum yang setiap tahun tidak pernah ketinggalan adalah peserta yang menggunakan kostum Wiro Sableng murid Sinto Gendheng lengkap dengan kapak 212. 
Ranger Biru 
Ketika Manga dan DC bersatu 
Aneka Kostum 

Pawang Hujan asli Suroboyo 
Leluhur Kalap Banyu 
Dimas Kanjeng ...katanya


10. Angkatan Laut sapu bersih medali
Angkatan Laut Muda 
TNI Angkatan Laut untuk GJP 2016 menjadi juara tunggal untuk kategori beregu TNI-Polri yang diwakili oleh AAL, Kodiklatal dan RSAL.

Evaluasi:
Nilai Plus: partisipasi peserta yang banyak terutama dari kalangan anak muda, terbangun keakraban dengan warga sepanjang jalan karena tidak jarang mendapat minum gratis dari warga. diikuti peserta tidak hanya dari surabaya tapi dari luar kota.

Kekurangan: Jalan tidak steril karena masih bisa dilalui kendaraan bermotor ini menganggu konsentrasi dan membahayakan keselamatan peserta.

Sampai jumpa di Gerak Jalan Perjuangan Mojosuro 2017.

Bonus Pict:
Terapi minyak komando dan persiapan kaki..


Laskar rumbuk-rumbuk
Selepas Finish, Gak pegel Blas !! (njarem iyo)
 

No comments:

Post a Comment