Advertisment

Thursday, March 31, 2016

Mancing Sampai Melongo di Sungai Bango


Teduh menyejukan 

Setelah mancing di Pedestrian dan Kali Jagir ada spot mancing yang tidak jauh dari rumah Polehan. Kali Bango begitu orang setempat menyebutnya. Sungai ini membelah kawasan Polehan dengan Sawojajar di Malang Kota. Mulanya saya berpikir sungai ini kecil, tapi agak janggal setelah mendengar cerita dari para tetangga tentang pemancing yang mendapat lele ukuran jumbo, memancing ikan sengkaring (semacam hampala) dengan menggunakan potongan sendok sampai cerita mistik yang menyelimuti sungai ini. 
pada sebuah tikungan
Menurut sumber terdekat yaitu tetangga sendiri, dinamakan kali Bango karena dulu ketika kawasan ini masih banyak persawahan banyak terdapat burung bangau. Burung bangau ini kerap bersarang dan mencari makan di sekitar area sungai. Setelah memastikan spot yang akan dipilih setelah survey berhari-hari selepas kelahiran Malinowski akhirnya saya memilih memancing di kali bango yang tidak jauh dari Polehan, Malang kota. 
Sungai bango memiliki kontur khas sungai di dataran tinggi, berbatu besar (watune sak gerdu-gerdu) dan beraliran deras. Warna air menyesuaikan dengan musim, pada musim penghujan cenderung berwarna coklat, ketika kemarau bisa relatif lebih bening. Mengingat banyak cerita kali ini terdapat ikan jumbo saya menyiapkan umpan untuk lele. Cacing dan jangkrik. Ditambah lagi suatu malam saat keluar rumah melewati jalan raya tidak jauh dari Kali Bango saya melihat ada tiga remaja membawa peralatan pancing dan ada seekor ikan lele ukuran jumbo yang sedang dipikul. Timbul hasrat untuk mencoba memancing di kali Bango. 


Siang itu setiba di tepi sungai terlihat beberapa pemancing ada di sana. Untuk menuju spot yang  cihuy butuh perjuangan dengan menuruni batuan besar dan berpegangan pada akar pohon. Mirip jalur pendakian turun gunung Argopuro dari Puncak menuju Krucil - Bremi. Ada seperangkat alat pancing berikut joran yang standby tertancap di batuan besar tapi tidak ada orangnya. Saya turun dan memastikan apakah ada orangnya. Ternyata si empu pemilik joran sedang mandi besar (berendam sambil membawa jala dan jaring di sungai). Inilah penangkap ikan sejati, tidak cukup peralatan memancing, jala dan jaring juga dipakai. Asal tidak pakai setrum dan racun saya masih mentoleransi. Lelaki itu ternyata masih tetangga sendiri, berpamitan pulang sambil membawa hasil tangkapan. Ikan Bader dan ikan nila berukuran besar. 

akses masuk menuju sungai, pintu kemana saja 

Terinspirasi dari tetangga sendiri, saya mulai beraksi menyiapkan alat pancing. Umpan sudah di pasang dan joran sudah dibentangkan. Setelah menunggu beberapa saat tidak ada tanda-tanda umpan dimakan ikan. Mencoba beberapa titik tetap tidak merubah keadaan. Kebetulan di seberang sungai ada seorang pemancing muda yang sedang konsentrasi memancing. Saya tanya beberapa hal tentang kali bango dan ikan yang bisa dipancing. Ternyata lele di sekitar sungai ini kerap didaratkan oleh pemancing dan umpan yang paling disukai adalah cicak di bakar. Berarti lagu anak-anak versi pemancing sudah berubah. "Cicak-cicak di dinding diam diam merayap, datang seorang pemancing haaap...cicaknya ditangkap dibikin umpan kaaat".
yuyu gembus, umpan pemburu babon lele


Percobaan pertama boncos di kali Bango, selanjutnya saya mengumpulkan informasi berikut tips dan trik memancing di sungai dengan tipe aliran deras berbatu besar dan berikan babon. Kali ini saya berangkat kembali, membentangkan joran antena, Oragon 240 warna biru (yang pada akhirnya joran ini patah jadi dua saat memancing ikan di kalimir Jagir). Umpan yang saya pakai jangkrik gosong, jangkriknya dibakar sebentar sebelum di lempar ke spot sasaran. Hasilnya tetap boncos. Tetap tidak menyerah, saya turun menyusuri bebatuan dan mencari yuyu gembus (kepiting kali yang sedang berganti kulit), Mencoba lagi dan hasilnya tetap boncos. Pada percobaan selanjutnya menggunakan potongan ote-ote (weci alias bakwan) untuk umpan, terinspirasi dari para pemancing bader di sungai Jagir. Hasilnya tetap boncos. Mungkin belum rejeki memancing di sungai ini. Atau mungkin karena ikannya mulai berkurang karena ulah pencari ikan yang kadang menggunakan strum, sampah yang menggeser tempat ikan bersarang. Semoga semua sadar kebersihan sungai dan pelestarian alam, lestari alamku happy mancing liarku. Salam joran melengkung. 
Bonus pict: 
kala hujan melanda

bertopi kresek saja 

hasil tangkapan yang tak terduga




No comments:

Post a Comment