Advertisment

Monday, October 19, 2015

Review Game Toy Defence II: Perang Dunia Kedua dalam Mainan

Setelah mereview game Toy Defence bαgian pertama. Postingan kali ini saya akan mereview Toys Defence jilid kedua dengan latar belakang sejarah Perang Dunia kedua (1939-1945). Ada penyesuaian dengan peristiwa sesungguhnya, terutama senjata dan amunisinya. Perkembangan grafis juga lebih ciamik daripada seri pendahulunya. Ada kesan awal bahwa game ini akan lebih seru dari pendahulunya beberapa saat ketika mencoba memainkannya. Perang dan perang-perangan menjadi kesenangan tersendiri pada beberapa orang, terlebih bagi laki-laki. Perang menunjukan keperkasaan dan kedigdayaan.
Ruffy dan Jajaran Prajurt PD II 

Dalam game Toy Defense 2, saya selaku player dengan nama LetnanRoikan mengaku salut dengan bagaimana kemampuan dan visi misi pembelajaran sejarah oleh pencipta gamenya. Menggunakan setting peristiwa besar yang melibatkan pasukan besar, perang dunia 2 yang anti fasis. Ada tiga misi yang harus diselesaikan, operasi Stalindgrad, Crusader, dan Overload. Tapi jangan dibayangkan kita sedang bermain game Call of Duty atau Medal of Honour yang setting ruang, waktu dan piranti dibuat sama dengan peristiwa aktual di masanya. 
Toy Defence 2 
Berdasarkan buku All About History, Book of World War II karangan Richard Overy (2014), ada beberapa operasi besar selain tiga operasi di atas. Memang perang dunia kedua ini segala sumber daya dikerahkan dengan sekuat tenaga oleh masing-masing kubu. Semua demi bela negara. 

Tiga Misi bersejarah 
Ada Sealion operation, Operasi Compass untuk menghajar Italia di Afrika Utara, Operasi Barbarossa, Operasi Typhoon, Operasi Crusader, Operasi Ironclad, Operasi Blue, Operasi Torch, Operasi Uranus, Operasi Longcloth di Burma, Operasi Husky di Sisilia, operasi Cartwheel di Papua Nugini, Operasi Ichi-Go di Jepang, Operasi Bagration, Operasi Cobra, Operasi Dragon, Operasi Market Garden di Belanda, Yang jelas tidak ada operasi Ketupat atau Operasi Lilin ala polantas di tanah air menjelang lebaran dan natal-tahun baru. 
Kemenangan yang berdarah-darah

Untuk urusan game play, TD II tidak jauh berbeda dengan pendahulunya. Misi mempertahankan markas dari serangan musuh. Pemain kelihatannya santai, tapi butuh konsetrasi yang tinggi agar dapat mencapai kemenangan mutlak. Tiga bintang. Mendapatkan tiga bintang membutuhkan strategi khusus. Lawan yang menyerang markas kita berasal dari berbagai kubu, Dari pasukan artileri biasa, tank dan kendaraan khusus lainnya sampai pesawat. Dalam bermain saya selalu menerapkan strategi hajar dengan kompak dan bertanggungjawab. Kompak menerapkan semua lini dan varian pasukan, bertanggung jawab untuk selalu menambah kekuatan persenjataan.

Tiga Bintang
Jangan lupa untuk selalu upgrade selalu pasukan secara adil dan merata. Setiap menang perang selalu beli item upgrade senjata terbaru. Tapi dibuat rata, dari pasukan artileri, pasukan api, tank sampai pasukan artileri medan. Tingkatkan selalu kemampuan karena musuh juga dapat keluar dengan kemampuan yang berbeda, bahkan jauh lebih tangguh kalau berbeda warna. Tapi tenang pembuat game melakukan inovasi dengan membuat senjata yang tidak kalah hebat. Salah satunya meriam super, meriam handal berupa rudal balistik yang sekali menembak dua sampai lima musuh dapat terlampaui. 
Meriam Super
Untuk urusan tempat pertempuran kita disajikan pada tiga tempat yang berbeda, dari salju sampai medan perang dekat pemukiman. Grafis yang disajikan tanpa putus-putus, walau game ini tergolong mini tapi sisi penampilan sudah lumayan. Ada terbaru dalam bentuk pesawat pemburu, Kita dapat memilih membeli pesawat kalau ditingkatkan terus, dapat menjadi pesawat pemburu antar pesawat musuh dan bisa menjadi pesawat pengebom. Grafisnya keren dan efek ledakannya memukau. Itulah kala bermain saya selalu menggunakan headset, untuk menikmati suara ledakan dan tembakannya. Sebagai catatan, kekurangan dari game ini adalah efek suara yang minim musik dan suara orang yang tertembak tidak ada perubahan. Sama seperti Toy Defence jilid pertama, musuh yang tertembak selalu mengeluarkan suara unik, dan yang saya sukai adalah saat kita bisa menaklukan truk pengangkut pasukan, truk hancur, pasukan berhamburan dengan teriakan yang lantang. Ah ! Uh ! Tarraaa! Pareraaa!. 
Misi Terakhir 
Game ini cocok untuk anda yang ingin membunuh sepi, menguji kemampuan mengatur strategi dengan menggunakan sumber daya yang ada sampai menguji cocok untuk belajar sejarah. Itulah patut kita hargai dari negara barat, di saat ada ada yang dilupakan mereka tetap konsisten mengajarkan sejarah dengan beragam media termasuk game. 
Ada tiga hikmah dalam TD II yang saya rasakan setelah menamatkan game ini dengan point sempurna, tiga emas pada berbagai pertempuran: 

1. Melatih Disiplin dan Budaya Antri 
Game yang mengajarkan Budaya Antri 
Game ini memberikan pelajaran pada kita tentang pentingnya menghargai orang lain. Musuh yang akan menyerang markas kita rela mengantri jika berpapasan di pertigaan atau perempatan jalan. Mainan saja bisa, kenapa kita sendiri ogah.  
2. Tabah walau sedang Dikeroyok
Kemruyuk 
Game ini mengajarkan kepada kita untuk menjadi pribadi yang tenang, fokus, woles dan tabah. Saya mengalami saat bermain game ini dan karena salah perhitungan ternyata musuh yang keluar adalah kawanan tank dari berbagai penjuru. Walau dalam kondisi terdesak tapi senang melihat antrian para musuh yang  mengular. 
3. Tingkatkan Terus Need For Achievement Anda
Tingkatkan Prestasi 
Prestasi tergantung pada ambisi yang kita punya. Apa artinya mimpi muluk tapi kita masih melakukan sesuatu yang buruk, manajemen waktu yang tidak baik, malas dan suka menunda. Itu penyakitnya. Kalau main game ini kita diajarkan bahwa untuk mencapai tujuan utama, pencapaian terbesar maka kita perlu memulainya dari pencapaian yang optimal dari sesuatu yang kecil sebelumnya. 

Selamat bermain, pertahankan benteng sampai titik darah penghabisan. 









No comments:

Post a Comment