Advertisment

Sunday, September 27, 2015

Iwak GT on The Train

Senin dalam perjalanan kembali Kulon Progo via kereta api saya membuka bungkusan nasi yang dibekali Sang Istri. Seperti biasanya sebelum berangkat keluar kota selalu ada bekal yang tersaji entah itu jajan, minuman atau makanan. Nasi bungkus itu yang utama. Mulai dari pecel, nasi rames sampai nasi campur. Kali ini saya ingin membagikan cerita tentang nasi campur lauk GT.
Beberapa orang mengenal ikan ini hanya ikan asin biasa. Kalangan pemancing menyebutnya dengan ikan baby GT. Bukan Grand Tourismo tentunya. Ini sejenis ikan yang biasa jadi target mancing orang. Hidupnya di muara ada pula yang di tepi pantai. Bentuknya pipih, duri tajam. Gurih tapi minim daging kalau dimakan.orang jogja biasa menyebutnya ikan petek. 
Ikan ini didapatkan dengan cara penangkapan konvensional. Jala, jaring dan dipancing. Memancing Petek dapat menunggunakan teknik yang tidak biasa. Kalau ingin dewasa pakai casting saja. Kalau ingin cara asyik bisa menggunakan teknik fly fishing. Oktober 2013 saya melihat sendiri ada bapak-bapak yang sedang mancing di bendungan Banaran. Daerah muara selatan Jogja yang sekarang banyak tambaknya. 
Walau siang dobol (istilah orang jatim untuk menyebut siang hari yang terik dengan bedug dobol-red). Bapak satu ini gigih pantang menyerah merentangkan joran walesan. Saat itu virus mancing belum merasuki diri. Jadi saya cuma berdiri
mengamati. Iseng-iseng saya turun dari motor dan mulai melakukan jurus kepo. "Sampun angsal ulam, Pak? ". Tanya saya. "Iwak petek". Saya mengamati lebih dalam dari teknik memancing, peralatan, sampai umpannya. Ikan petek atau baby petek memang menjadi favorit pemancing. Ikan peloncat yang bagus dan perenang yang handal. Sungguh sebuah kenikmatan tiada tara hidup bisa mancing sekaligus makan hasil pancingannya. Saya belum pernah merasakan sensasi strike ikan baby gt. Tapi suatu hari kelak akan menuju muara dengan berbekal joran, umpan dan niat tulus: menikmati anugrah Tuhan di sungai yang melimpah dan meningkatkan gizi keluarga. Salam joran melengkung. 

1 comment: