Advertisment

Thursday, August 27, 2015

Fishing on The Street: Karnaval Mancing Kulon Progo

Wates, Kulon Progo 26 Agustus 2015
Angon Iwak Pari
Dalam rangka memeriahkan dirgahayu kemerdekaan RI ke-70 tahun di Kulon Progo diadakan karnaval atau pawai yang diikuti oleh puluhan peserta. Berbagai komunitas ikut tampil, termasuk dari komunitas pemancing. Adalah Mancing Kulon Progo (MKP) sebagai salah satu komunitas mancing yang eksis di Kulon Progo bahkan bagi beberapa pemancing di Yogyakarta. Saya turut serta dalam acara ini. Cuti mancing belum tentu menjauhkan diri dari dunia permancingan. Salah satunya karnaval mancing. Fishing on the Street. 
Persiapan

Menjinakan pari

miring dikit

Berbagai persiapan saya lakukan untuk bertemu dengan teman-teman pemancing secara nyata. Tidak melalui grup dunia maya melulu. Saya punya keinginan untuk karnaval sekaligus kampanye akan pentingnya kelestarian sungai. Memancing itu solusi agar kali tetap lestari. 
Terlepas dari kontroversi timbal pemberat ber-pb, logam karbon mata kail yang kadang tersangkut dan tertinggal di dasar sungai. Ada pula oknum pemancing yang meninggalkan sampah di spot mereka (bungkus rokok, roti, biskuit kuning klik, plastik tempat mata kail, sampai botol minuman). Kita perlu melakukan gerakan yang menggugah masyarakat untuk menjaga sungai dari sampah, setrum dan potas.
Wani Perih

Berbekal misi dan visi inilah, di tengah orderan gambar yang menumpuk saya menyempatkan membuat gambar yang menyadarkan. Sederhana yang penting mengena. 
Berangkat lewat Palang Kereta Api

Garda Depan

Angon Sidat
 
Kesepekatan dengan teman-teman pemancing, berkumpul jam 8 pagi di rumah salah satu suhu yang terletak di belakang Shinta Motor Wates Kota. Saya datang setengah jam setelahnya, di sana telah berkumpul banyak orang berseragam MKP, seragam kebesaran grup mancing kulon progo. 
peralatan tempur

Mempersiapkan segalanya, mulai peralatan dan iuran dana tambahan. Karena tanggal tua alias masa krisis kronis, saya membayar 10 ribu saja. Sing penting ikhlas dan demi manfaat bersama. 
Becak Ber-TOA

Lalu kita menuju lapangan voli, telah menanti dua ikan besar: Ikan Sidat dan Ikan Pari. Walau cuma miniatur tapi telah merepresentasikan golongan ikan favorit pemancing. Pemancing yang elit itu bukan karena piranti peralatannya yang mahal, tapi apa yang di tangkap. Kalau yang dipancing jenis ikan-ikan favorit yang membutuhkan kerja keras, skill dan nyali. Sidat mewakili ikan elit laut, Pari untuk laut. Mancing sidat perjuangan tekun di kali dan melakukan ritual patigeni (tidak boleh ada cahaya sedikitpun), Ikan Pari berjuang dalam mancing di pantai dan bekerja keras untuk menaklukan perlawanannya saat strike. Perlawanan bersenjata tentunya karena ikan pari mempunyai senjata cambuk belakang yang berbisa. 
Di bawah lindungan Ikan Pari

Kami berjalan pemanasan di udara yang mulai panas menuju alun-alun wates. Angon sidat dan pari sepanjang hari. Setelah menunggu beberapa waktu, lumayan lama. Akhirnya kami start. Menyusuri aspal, mancing di aspal, berorasi untuk kali yang lestari, dan makan bakmi bersama (tentunya tetap di jalan). 
Mbakmi on the street

Guyup
 
Ngantri dan Mbakmi
Saya termasuk penyuka kegiatan karnaval karena sejak kecil sudah terbiasa terutama di Lamongan. TK karnaval dengan berbaju tentara. SMA karnaval plus perform bersama teman-teman Teater Citra SMADA. Lulus SMA mendampingi karnaval teater anak SMAGA. Terakhir karnaval bersama waria-waria salon Gondanglegi Malang selatan saat pendampingan penelitian lapangan mahasiswa antropologi UB di malang selatan. Kehidupan di jalanan memang keras, tapi bisa menjadi lembut, santun dan atraktif saat ada karnaval. 
Pulang Lewat Palang Kereta api (lagi)

Akhir kata, terima kasih teman-teman Mancing Kulon Progo. Walau belum bisa mancing bersama, tapi setidaknya bisa berkarnaval bersama. Nanti kalau jabang bayi sudah lahiran, saya akan beli pancing pasiran.  

Rukun agawe santoso




4 comments:

  1. Hi hi mas Roikan. Piye kabare. Iseng iseng saya buka dashboard blog ku, ada artikel terbaru di reading List ku, AKhirnya saya mampir deh.

    Oh ya search di Google dengan keyword tertentu eh muncul REVIEW atas ulasang beberapa gambar kartun. Salah satu gambar yang kartun yang mas Roikan ulas di blog itu kartu karya Kessusanto Liusvia dengan Judul "Teh Celup Krisis Gaza".

    Hehehe Kessusanto Liusvia itu rekan kerja saya mas. Saya dan Kessusanto Liusvia satu meja yang sama di Harian Pontianak Post. Kessusanto Liusvia itu kartunis sedangkan saya Staf Sekretaris Redaksi. Tapi meja kami sama. satu meja

    Salam kenal ya
    Ada Pin BB atau WA ?


    Asep Haryono
    Staf Sekretaris Redaksi
    Pontianak Post

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat Malam,

      Kabar baik dan tetap ceria. Terima kasih telah membaca tulisan saya, kebetulan saya mulai fokus tidak hanya menggambar tapi melakukan kajian terhadap dunia kartun dan segala pernak-perniknya. Wah keren kalau sekantor dengan kartunis, pasti jadi gokil suasana kerjanya? Kartun Kesusanto Liusvia bagus dan cerdas dalam teknis dan konten.
      Salam kenal juga.. saya tidak pakai BB, WA belum aktif, nunggu tanggal muga karena hp rusak. silahkan kontak ke 083830253152.

      terima kasih banyak telah mampir, saya tunggu diskusi-diskusi selanjutnya. Nitip salam buat Mas K. Liusvia..selamat berkarya :)

      Delete
    2. Hie iya heihe bener banged Memang gokil dah barengan satu meja dengan Kessusanto Liusvia itu Kami biasa menyebutnya Kekes.

      Kulon Progo juga bukan asing bagi saya mas. Saya menikah juga di Kulon Progo (west prog) tahun 2005 yang lalu. Istri saya orang Kulon Progo juga. Tepatnya di Pundak IV heheihieihehiee. Kok bisa kebetulan ya

      Saya di 089-777-49155
      Blog saya di www.simplyasep.com

      kontak kontak ya

      Delete
    3. ternyata dunia itu kecil Mas ya...kartunis itu gokilnya kemana-mana, bukan hanya gambarnya tapi kerap kelakuannya. Wah ternyata orang kulon progo toh panjenengan. Saya di Wates cuma ngantor, pulangnya tetap ke Jatim.

      kontak dan blog telah saya simpan.
      Kalau WA saya aktif kembali kita berkontak kontek

      Selamat beraktifitas dan happy blogging

      Delete