Advertisment

Friday, May 29, 2015

Waduk Sermo (Ayo Memancing part IV)

Waduk Sermo, Kulonprogo 19 Maret 2015
Kali ini kami mencoba mengail di salah satu spot yang kondang kaloko di Kulon progo, Waduk Sermo. Walau boncos sebelumnya di Kali Serang tapi kami selalu menganggap keboncosan adalah tangkapan ikan yang tertunda.
Akses Menuju Sermo...
Ini sekaligus perjalanan perdana saya menuju Waduk Sermo. Bersama Trio Tri (Tri Kusnadi, Tri Raharjo dan Tri Nur Abadi) kami bersiap-siap dengan segala peralatan perang yang ada. Mulai dari alat pancingan, ngopi, teh dalam termos sampai mempersiapkan motor. Berdasarkan penuturan dari berbagai pihak terutama orang asli Wates: "Asline masuk waduk sermo itu gratis, kecuali kalau motor kita dari plat luar Jogja dan terlebih lagi kalau hari libur dan ktia membawa peralatan pancing".
...dermaga saksi bisu...
Begitu melintasi pintu gerbang, telah ada beberapa orang yang menghadang. Satu orang melirik alat pancing yang tersembul di antara tas yang saya bawa. Kontan saya mengeluarkan duit sepuluh ribu untuk dua buah motor. Empat orang dua motor, yang ditarif motornya bukan orangnya.
..kalah start...
Pengalaman perdana masuk di kawasan suaka margasatwa ini, saya membayangkan akan bertemu berbagai hewan langka yang dilindungi. Mungkin gajah, badak bercula satu, anoa,panda, tapir atau burung merak. Tapi memasuki beberapa petak hutan pinus saya hanya melihat beberapa burung liar. Ada wisatawan yang ingin menikmati sejuknya udara di sekitar tepian waduk. Beberapa orang selfi dengan latar belakang waduk, dari jalan sebelah timur yang menjadi tanggul penahan sekaligus pintu air.
...tempat pusat air irigasi ...
Kami langsung mencari spot mancing, dan mendapat sebuah tepian nan romantis karena dilengkapi dengan kanopi untuk orang bersantai ria. Di tepian dengan jalan yang menurun menuju air, telah ada dua pemancing yang dengan khusyuk duduk tertegun memegang joran tegeg.


...mega mendung...
Kami langsung mempersiapkan alat perang: kotak peralatan, joran diulurkan, umpan dikeluarkan, cacing dibentangkan dan mencari daerah teritoral masing-masing. Memilih duduk di sebelah dua orang yang telah datang mancing terlebih dahulu.
....dialog menanggulangi keboncosan...
Saya menggunakan duo peralatan pancing, joran tegek mini biru patang ewu dan joran dasaran dengan menggunakan umpan cacing tanah. Memilih spot di pojok paling barat. Begitu melempar umpan, tidak ada tanda-tanda kalau ikan akan mengendus.
...sisi lain...
Terus mencoba dan mencoba. Bolak-balik melempar, cek umpan sampai jalan-jalan di sekitar kali. Tri Kus memilih memisahkan diri dengan rombongan, sementara Tri Harjo dan Tri Nur memilih spot mendekati dua orang yang sebelumnya telah mancing. Hasilnya tetap nihil, ketika boncos mulai melanda.

...mulai lempar dan putar...
Tidak lengkap rasanya jika mancing sekedar menikmati proses pancingnya tanpa wawancara dengan pemancing di sekitar kita. Dua orang yang sebelumnya telah ada di spot kami ternyata bolak balik mendapatkan ikan. Ikan kecil tapi menakutkan, karena disebut sebagai Red Devil. Sejenis mujair tapi mempunyai beberapa bagian badan yang merah. Mungkin habis kerokan atau alergi gatal-gatal.
..dua pemancing dari Sedayu Bantul..
Ternyata dua bapak ini berasal dari Sedayu Bantul dan telah berangkat memancing sejak pagi buta. Pukul 06:00 WIB mereka telah menebar pesona di pinggir waduk. Dengan menggunakan murni teknik tegeg dengan sasaran ikan yang imut, menggunakan umpan dan mata pancing yang super kecil, demikian juga senarnya. Sementara kami datang memancing di atas pukul 10:00 WIB, kami adalah pemancing kesiangan nan boncos. Meski boncos tapi kami tetap ceria dan memilih spot lain yang jauh di sebelah timur belok selatan kota Wates: Daerah Banaran. Tempat saya riset bersama Pusat Studi Asia Pasific (PSAP) Universitas Gadjah Mada. 

Berikut Tips memancing di Waduk Sermo Kulon Progo sing kondang Kaloko
1. Datanglah lebih pagi.  Kalau perlu sebelum subuh, sekalian sholat subuh di tepian waduk, Insya Allah barokah; 
2. Siapkan peralatan pancing untuk ikan-ikan yang tidak terlalu besar
3. Umpan lumut lebih diutamakan, karena ikan yang banyak terpancing adalah sebangsa mujair atau nila yang doyan lumut; 
4. Pastikan tempat parkir yang aman dan terpantau. Mengingat daerah wisata banyak orang yang berkunjung kemari, dari orang baik-baik sampai kita perlu mengantisipasi oknum yang ingin memancing motor atau barang berharga; 
5. Cari Spot yang teduh nan romantis. Hati-hati serangan hewan liar semacam komodo, ulat, ular dan ada serangan hati bagi yang jombloh atau jauh dari orang terkasih karena di area tempat wisata ini tidak sedikit dua sejoli yang datang berdua atau rombongan dengan mesra sampai suara guyonannya terdengar pemancing yang duduk khidmat pada semak-semat tepian waduk. 

Salam Pancingers, Boncos ora boncos sing penting mancing.

Bonus Track:
...sepanjang joran...

...kelapa pinggir waduk...

...saat boncos semakin kronis..

...capung...

..pendatang baru di sisi lain.

No comments:

Post a Comment