Advertisment

Sunday, June 10, 2012

Suramadu (Refleksi 3 Tahun menjadi Motorist Teacher)

Etnokartunologi (kamarkos-sby). Mengajar antar kota sudah menjadi makanan sehari-hari, namun mengajar lintas pulau adalah sesuatu yang agak luar biasa. Menjadi motorist teacher dapat disamakan dengan tentara, harus siap dikirim kemana saja. Motor, helm hiu, jaket, sarung tangan dan masker adalah instrumen wajib berangkat mengajar luar kota. Terlebih lagi mengajar di luar pulau, Surabaya-Pamekasan ditempuh dengan waktu 2.5 jam dan perlu 5 jam untuk bisa pulang pergi. Waktu segitu tidak langsung di jalan terus namun ada jeda tertentu walau hanya minum sebotol air cola atau air isotonik.
Jembatan Suramadu sisi sebelah barat dari Surabaya (Nokia E51 photo)
Melintasi jembatan Suramadu adalah rutinitas saat berangkat mengajar ke pulau Madura. Jembatan yang terkenal ini mempunyai panjang 5.438 m dan mempunyai  tiga bagian yaitu jalan layang (causeway), jembatan penghubung (approach bridge), dan jembatan utama (main bridge). Jembatan ini diresmikan awal pembangunannya oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada 20 Agustus 2003 dan diresmikan pembukaannya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009. Pembangunan jembatan ini ditujukan untuk mempercepat pembangunan di Pulau Madura, meliputi bidang infrastruktur dan ekonomi di Madura, yang relatif tertinggal dibandingkan kawasan lain di Jawa Timur. Perkiraan biaya pembangunan jembatan ini adalah 4,5 triliun rupiah. Investor awalnya adalah Jepang kemudian diganti dengan Cina.
Mohammad Noer (1918-2001)
Secara historis pembangunan jembatan yang menghubungkan antara Surabaya (jawa) dengan Madura ini sudah digagas sejak jaman Soekarno. Rencana awal, kaki jembatan diletakkan di sekitar Gunung Warung, Kecamatan Kebomas, Gresik dan pada sisi Madura berada di desa Tanjungan Kecamatan Kamal. Namun rencana tersebut tidak terelalisasi bahkan bergeser tempat ke Surabaya, jika pada era Soekarno terwujud maka jembatannya berubah menjadi Gremadu (Gresik-Madura).
Tokoh yang paling berjasa dalam perintisan pembangunan Suramadu adalah Raden Panji Haji Mohammad Noer atau lebih dikenal dengan Moh. Noer. Beliau atau tokoh asli Madura yang pernah menjadi Gubernur Jatim era 70-an dan pernah menjadi duta besar untuk Prancis pada awal tahun 80-an. Jika Indonesia punya tokoh Soekarno, India punya Gandhi maka orang Madura mempunyai Moh. Noer. Tokoh kelahiran Sampang ini sangat dekat dengan rakyat dan mempunyai obsesi untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Madura secara menyeluruh.  
Pembangunan jembatan Suramadu tidak bisa dilepaskan dari keinginan pemerintah untuk mengembangkan sektor industri di pulau Madura. Jembatan ini adalah infrastruktur yang vital bagi keberlangsungan industrialisasi yang dapat memperlancar pengangkutan bahan mentah dan pemasaran. Tujuan dan pertimbangan industrialisasi di Madura diantaranya upah pekerja yang murah, potensi minyak dan gas alam serta arah angin yang menuju ke utara sehingga jika dibanguna pabrik, asapnya tidak akan berhembus ke pulau Jawa.
Melintasi jembatan Suramadu memberikan sensasi tersendiri apalagi saat melintas untuk yang pertama kalinya. Pengalaman yang paling berkesan saat melintas jembatan ini pada malam hari adalah bisa melihat kapal yang melintas di bawah jembatan. Saat itu ada kapal tujuan Indonesia Timur yang sedang melintas dengan bermuatan mobil termasuk di dalamnya ada Mobil Honda Jazz sebanyak 6-8 buah. Terlintas dalam pikiran untuk meloncat ke dalam kapal tersebut seperti adegan dalam film laga.

Namun bukan berarti tidak ada kendala dalam melintas, cuaca buruk dan perilaku pengendara yang kadang seenaknya sendiri baik pada saat melintas atau berhenti di jalan untuk foto-foto. Cuaca buruk dan angin kencang membuat jembatan ini kerap ditutup untuk pengendara motor, kuatirnya nanti yang kurus-kurus bisa terbang ke laut kalau nekat melintas.
Jembatan ini mempunyai tarif 3000 rupiah untuk motor dan 30.000 rupiah untuk mobil. Saya pernah kehilangan duit sebesar 5000 rupiah yang jatuh di jalan saat akan membayar di loket karena mengambil dengan tergesa-gesa di saku jaket dan posisi sarung tangan tetap terpasang. Sarung tangan yang tebal sangat mengurangi sensitivitas tangan kita. Oleh karena itu saya memberikan Tips Aman dan Nyaman Membayar Loket Suramadu:


Step 1

Step 2

Step 3

Step 4
Semoga tips diatas bisa memberikan kemudahan dalam membantu mempercepat pengendara motor saat melintas jembatan Suramadu terutama untuk single motorist. Motor yang enak di bawah melaju di Pulau Madura adalah jenis matic, praktis tanpa oper gigi walaupun kadang kaki kita capek sendiri karena tidak terpakai saat berkendara.
Berangkat Menuju Surabaya
Bersama Siswa GO Pemekasan
Salah satu motivasi untuk terus tegar dalam segala halang rintang (pencari sumbangan) dan panas-hujan sampai angin puting beliung adalah keberadaan siswa kantor Pamekasan yang mengesankan. Sebagai anak daerah yang belum terkontaminasi mall serta hiburan malam, semangat belajar dan keinginan untuk maju mereka patut kita acungi jempol. Semua rasa capek perjalanan terbayar dengan melihat antusias mereka saat menerima materi dan tentu saja segelas kopi gelas besar hangat yang selalu saya buat jika di Madura. Salam Taretan Dhibi', Salam Ngartun.

Daftar Pustaka: wikipedia.com dan Buku Tantangan Industrialisasi Madura (Membentur Kultur, Menjunjung Leluhur) Andang Subaharianto dkk 2004, Malang: Bayumedia Publishing. 

No comments:

Post a Comment