Advertisment

Sunday, March 18, 2012

Cartoonist of the month: Koesnan Hoesie

Kartunis yang hadir dalam rublik Cartoonist of the month bulan Maret 2012 adalah sosok kartunis senior dari Jawa Tengah yang bernama Koesnan Hoesie. Kartunis kawakan yang ngartun di media dan gemar menciptakan rekor. Pak Koesnan bekerja sebagai ilustrator di Koran Sore Wawasan. Koesnan Hoesie adalah nama yang khas dari Jawa Tengah, mengikuti pola ejaan lama dengan penggunaan 'oe' untuk huruf 'u' pada Bahasa Indonesia sekarang. Pak Koesnan lahir di Semarang pada 25 Desember 1962. Sampai saat ini beliau tinggal di Semarang sebagai kota kelahiran sekaligus kota untuk tumbuh kembang. Pendidikan SMA di SMA Karangturi pada era 80-an. Sejak kecil beliau sudah bercita-cita untuk menjadi seorang kartunis. 

Koesnan Hoesie in Action

Konsentrasi dan proses kreatif Pak Koes lebih mengarah pada kartun editorial dengan menggunakan dua teknik : manual dan digital. Karakter yang ditampilkan dalam setiap karyanya menampilkan mewakili suara arus bawah yang merepresentasikan suara rakyat kecil terhadap keadaan yang sedang aktual. Ini membuktikan bahwa Pak Koes mempunyai kepekaan sosial yang tinggi. Kepekaan sosial adalah syarat mutlak dari untuk menjadi kartunis editorial yang baik dan benar.Kepekaan ini didukung oleh kegemaran Pak Koes dalam membaca dan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap berbagai masalah. Artinya beliau sanggup menggabungkan antara sisi tektual dengan sisi kontekstual yang disajikan dalam kartun editorial yang menyuarakan hati nurani rakyat yang tertindas. 
Karya Kartun Editorial Koesnan Hoesie
Gambar di atas adalah salah satu karya Pak Koes yang bertema tentang fenomena korupsi secara berjamaah di Indonesia. Korupsi adalah mentalitas yang ingin hasil banyak dengan memanfaatkan kesempatan. Kesempatan bisa berupa jabatan yang dipegang dan juga waktu, oleh karena itu disebut dengan korupsi waktu. Korupsi waktu lebih terkenal dengan  sebutan jam karet. 
Secara teknik visual dalam karya Pak Koes menggunakan penintaan (inking) yang spotan yang menurut saya menggunakan spidol atau bisa dengan tinta atau boxy marker. Dialog pendek dengan dua tokoh atau lebih adalah salah satu ciri khas dalam kartun editorial. Kartun jenis ini tidak sekadar menampilkan hal-hal yang jenaka yang membuat orang tersenyum bahkan sampai tertawa terpingkal-pingkal, namun menampilkan suguhan hangat dan aktual dari berbagai fenomena yang membuat orang tersenyum dan merenung. 
Spontanitas dalam karya Pak Koes seperti di atas mewakili karakter kartunis yang apa adanya dalam guratan garis yang tegas. Pewarnaan menggunakan teknik digital yang digunakan sebagai 'bumbu' agar karya lebih semarak dan enak untuk dilihat. 
Dalam interaksi antar sesama kartunis, Pak Koes termasuk kartunis yang mempunyai banyak teman baik seprofesi maupun lintas profesi. Setelah saya menelusuri aktivitas Pak Koes via Facebook saya menyimpulkan bahwa beliau adalah kartunis yang aktif. Pak Koes mulai ngartun sebagai kartunis profesional sejak 1981. Salah satu foto yang menurut saya sebagai foto yang keren adalah foto Pak Koes dengan Pak Koen. Pertemuan yang akrab antara dua begawan kartun Indonesia yaitu Pak Koesnan Hoesie dengan Pak Dwi "Panji Koming" Koendoro. Mereka adalah dua kartunis yang menjadikan karyanya sebagai bagian dari produk pers di samping berita dan berbagai artikel yang berisi tulisan dan foto. Kartun bisa menjadi produk andalan dalam penerbitan koran atau majalah dengan penerbitan yang teratur dan menghadirkan sesuatu yang khas. 
Pak Koen dan Pak Koes (Dwi Koendoro  dan Koesnan Hoesie) 
Selain dengan kartunis tua, Pak Koes juga terbuka dengan berbagai kalangan termasuk dengan kartunis yang muda salah satunya adalah foto di bawah ini. Dengan interaksi yang akrab diantara kartunis lintas usia dan lintas daerah diharapkan tidak ada 'jurang' yang mendalam antara kartunis golongan tua dengan golongan muda. Persatuan yang baik di antara kartunis lintas usia, dapat membesarkan kartun Indonesia dan tidak ada peristiwa perseteruan antara golongan tua dengan golongan muda dan berakhir dengan penculikan seperti peristiwa Rengasdengklok pada era 1945 hehehe. 
Kartunis Kolaborasi Golongan Muda dan Golongan Tua 
Keterbukaan Pak Koes dibuktikan dengan apresiasi yang tinggi terhadap seniman-seniman di luar kartunis, salah satunya pose foto dengan dalang wayang kontemporer: Wayang Suket dengan dalangnya Slamet Gundono. Slamet Gundono adalah seniman yang berkomitmen untuk mendalang dengan wayang yang unik yaitu wayang suket, terbuat dari rumput bahkan sayur mayur tidak seperti wayang biasanya yang terbuat dari kulit. Beberapa kesempatan Wayang Suket kerap pentas di Surabaya namun selalu ada halangan untuk bisa menyaksikan langsung. Pak Slamet dan Pak Koes jika dipadukan akan menyajikan sesuatu yang menarik, pagelaran wayang suket yang kaya akan muatan kritik sosial dan pameran kartun editorial yang membuat orang tersenyum dan merenung. 
Bersama Slamet Gundono  (Wayang Suket Makers) 
Karakter khas dengan sosok anak kecil yang selalu aktif melihat dan menyikapi berbagai fenomena sosial yang terjadi menggambarkan sosok rakyat arus bawah yang kerap kali hanya bisa melihat dan bertanya-tanya terhadap berbagai fenomena yang terjadi. Cemeng adalah tokoh yang dijadikan andalan Pak Koes dalam proses kreatifnya, anak kecil yang bergigi baru tumbuh satu yang besar di bagian belakang, mengenakan celana pendek dan kaos yang kadang-kadang sampai terlihat pusarnya. Cemeng adalah representasi dari kepolosan dan keluguan dari anak kecil pada umumnya yang dapat kita kaitkan dengan masyarakat arus bawah (grass root). 
Suara Anak Kecil adalah Suara Rakyat Kecil 
Jika kita cermati sikap badan dari Cemeng yang selalu melihat keatas adalah bahasa tubuh yang bermakna bagaimana rakyat biasa yang tidak punya kekuasaan dan segala keterbatasan akses, mereka melihat ke atas yang artinya melihat orang atau kelompok yang lebih tinggi dalam hal kuasa, harta dan tahta. 
Teknik penggambaran Pak Koes bukan hanya pada tataran berwarna, namun hitam putih. Penggunaan gradasi warna yang selaras antara hitam, abu-abu sampai pada hitam pekat memberikan nuansa emosi khas dari kartun-kartun editorial yang penuh muatan kritik. Teknik gradasi warna dan kontras yang dimiliki oleh Pak Koes adalah kelebihan beliau dalam menyampaikan kritik lewat kartun. 
Teknik Hitam Putih 
Kartunis yang baik adalah kartunis yang mempunyai visi dan misi untuk membahagiakan dan mencerdaskan orang lain. Kemampuan mencerdaskan tercermin dalam kartun editorial khas Pak Koes yang menunjukkan luasnya wacana dan kepekaan menangkap isu aktual dan krusial yang dapat dijadikan sarana ngartun. Kemampuan untuk membahagiakan orang lain, terdapat pada beberapa karya Pak Koes untuk mengkarikatur beberapa teman dan kolega baik yang bersifat iseng atau pesanan khusus. Sebagaimana saya yang juga kerap mendapat pesanan gambar untuk orang yang sedang ulang tahun, memperingati hari jadian sampai pernikahan, membahagiakan orang lain bisa dengan memberikan gambar yang menunjukan kedekatan dan romantisme antar anak manusia. Karikatur untuk pasangan memberikan kesan yang mendalam dan khas bagi orang yang melihat, terlebih lagi bagi yang memesan gambar tersebut. 
Karya Karikatur ala Pak Koes
Aktifitas dan proses kreatif Pak Koes, berlangsung puluhan tahun yang kerap membuat aktifitas ngartun yang tidak biasanya. Berdasarkan wawancara via PM di FB saya mendapat data tentang diskografi proses kreatif Pak Koes, diantaranya:  Pada tahun  1982 mengadakan pameran kartun tunggal disemarang, 1990 pameran tunggal terpanjang didunia 500m, pameran 1980 sampai sekarang banyak melakukan pameran bersama baik di semarang maupun diluar semarang dan diluar indonesia 1996 pameran kaos terbesar soal politik .2004 pembuatan kartun terbanyak dan tercepat 24 jam non stop menghasilkan 875 buah karikatur wajah. 

Pak Koes adalah sosok yang mempunyai dedikasi dalam berkarya mempunyai misi mulia untuk bisa berguna bagi orang lain, sebagaimana motto hidup beliau : 
"...hidup tidak hanya mengalir,biar sedikit ada gunanya untuk orang lain... "
Bagi yang ingin mengenal lebih dekat atau pesan gambar kepada Pak Koes bisa via email ke: koesnanhoesie@yahoo.com dan bagi yang penasaran dengan karya-karya kartun editorial beliau bisa main ke : Facebook http://facebook.com/koesnanhoesie. 
Salam Ngartun. 

No comments:

Post a Comment