Advertisment

Tuesday, December 20, 2011

Si Unyil (Karakter ngartun Pembawa Semangat Nasional)

"...Nyil unyil unyil Usro 
   Pak Raden tuku lombok 
   Lomboke ijo-ijo, Pak Raden duwe bojo
   Bojone ayu-ayu Pak Raden golek kayu...."

Itu tadi sepenggal nyayian yang biasa ada di kampung ketika masa SD, saat itu pada era 90-an siaran televisi masih terbatas karena selain stasiun berjumlah terbatas juga banyak siaran yang dibatasi oleh penguasa. Salah satu tayangan yang menjadi favorit saat itu adalah Si Unyil. Tidak lengkap rasanya jika lihat Si Unyil tanpa kehadiran Usro, Pak Ogah,Ucrit, Pak Raden, Melaini dan lain-lain. Semua karakter yang menghibur menjadikan mereka adalah favorit anak-anak dan menjadi tayangan yang ditunggu-tunggu. 
Si Unyil adalah rancangan dari dua orang bernama Pak Kurnain Suhardiman dan Drs. Suyadi. Ide Unyil datang dari permintaan direktur PPFN (Pusat Produksi Film Negara) pada tahun 70-an, yang menginginkan pembuatan film anak-anak produk dalam negeri. 
Unyil dan Kawan-kawan
(Sumber gambar: kombb.wordpress.com)
Mengingat saat itu produksi film kartun masih menggunakan teknologi manual yang lebih ribet dan mahal, maka diputuskan untuk membuat serial menghibur dengan menggunakan boneka tangan yang lebih mudah didapat bahan dan lebih praktis proses produksinya. 
Pembuatan Si Unyil diilhami dari salah satu kesenian lokal yang dikenal dengan wayang Potehi. Indonesia adalah negara yang memiliki banyak ragam wayang, mulai dari wayang kulit, wayang golek, wayang suket sampai wayang kertas. Wayang Potehi adalah wayang yang dikembangkan oleh etnis Tionghoa yang menetap di Indonesia. Wayang ini berbentuk boneka dengan kostum khas Cina kuno dan digerakkan dengan menggunakan tangan dalam satu ruang khusus. 
Wayang Potehi
(Sumber gambar: baltyra.com)

Si Unyil adalah representasi dari kemajemukan bangsa. Hal ini nampak dari keberagaman karakter yang mewakili berbagai komunitas besar di Indonesia. Ada Pak Raden yang kental dengan Jawa, Bok Paria yang mewakili etnis Madura dan Melaini sebagai wakil dari etnis Tionghoa. Pada awal produksi Unyil, tema-tema yang dibawa adalah berkaitan dengan pendidikan dan tema titipan dari negara yakni tentang P4, Kesehatan, Lingkungan Hidup. Hingga beberapa kali setiap pembuatan Si Unyil melibatkan tenaga ahli setara Menteri. 
Drs. Suyadi 

Pak Yadi setelah berubah menjadi Pak Raden setelah berias selama 2 jam
 Siapapun yang pernah melihat Si Unyil pasti agak geregetan dengan karakter Pak Raden. Pak Raden adalah sosok Jawa yang konservatif, cerewet dan tidak mau mengalah dengan anak-anak. Meskipun begitu Pak Raden sangat mengayomi kehidupan anak-anak di lingkungannya. Pak Raden adalah tokoh yang merancang sendiri berbagai karakter Si Unyil. Beliau adalah Drs Suyadi, seorang tukang gambar, story telling handal asli Indonesia. Pak Yadi adalah lulusan dari Seni Rupa ITB dan mengasah kemampuan animasi sampai ke Prancis.                                         
Bersama dengan Pak Kurnain Suhardiman,beliau  berusaha menampilkan sesuatu yang bermanfaat untuk anak Indonesia. Latar belakang pembuatan Unyil adalah keresahan terhadap perilaku orang tua yang terlalu mengatur dan membatasi kreatifitas, demikian juga dengan sekolah. Anak-anak pada masa lalu terlalu sering dicekoki di sekolah dengan berbagai macam keharusan. "Kamu harus belajar, Kamu karus rajin, Kamu harus ini, Kamu harus itu dan keharusan-keharusan yang lain. Arus yang kuat saat itu mustahil jika dilawan dengan pergerakan karena Pemerintah dan rezim yang terlalu represif, maka dipakailah media boneka tangan yang bernama Si Unyil untuk mengembangkan daya imajinasi dan kreatifitas anak-anak. 
Visualisasi Si Unyil mulai dari perencanaan tokoh, desain, properti dan semuanya ditangani oleh Pak Raden alias Drs Suyadi. Pembuatan karakter Pak Raden adalah atas pertimbangan keseimbangan, dimana setiap ada kebaikan harus ada tokoh yang kontra dengan itu. Ada Unyil dan Kawan-kawan dengan karakter yang supel, periang, selalu mencari tahu. Karakter tersebut diimbangi dengan kemunculan Pak Raden yang konservatif. Jika kita analisa dengan menggunakan kajian struktural, karakter Si Unyil adalah sebuah gambaran Binary Opposision. Sebuah harmonisasi antara yang hitam dengan yang putih. Keseimbangan yang baik akan melahirkan pola kehidupan yang selaras. 
Pada perkembangan selanjutnya, setelah Si Unyil pada tahun 1992 berhenti produksi maka Pak Yadi meneruskan kiprah Pak Raden sebagai Real Pak Raden yang selalu menggunakan kumis tebal dan baju khas Jawa lengkap dengan tongkatnya. Beliau lebih aktif sebagai pembawa cerita dan mengajar menggambar untuk anak-anak. Beruntung nama besar Si Unyil tetap lestari setelah salah satu Televisi Swasta membuat acara Laptop Si Unyil dengan tambahan karakter yang menyerupai anak Punk. Pada saat Indonesia mengalami sedikit gesekan dengan Malaysia pada saat sepak bola, beberapa orang membuat karakter Unyil versus Upin-Ipin. 
Semoga banyak animator, kartunis dan komikus Indonesia yang mulai sadar dan tergerak untuk membuat karya yang membawa kearifan lokal dan menjadi Go Internasional dengan kemasan tetap Indonesia. We Love Indonesia. Salam Ngartun.  

No comments:

Post a Comment