Advertisment

Friday, December 16, 2011

Resensi Buku:Action Speak - Sergio Aragones

Judul: Action Speak
Penulis: Sergio Aragones
Tebal: -
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2010
ISBN: MNC34506100387

"Minim omong kosong tapi penuh tawa...vintage Sergio !"

Sergio Aragones adalah seniman yang telah menerima National Cartoonist Society Reuben Award pada tahun 2006 untuk ketegori Outstanding Cartoonist of the year. Selain itu Sergio menerima Special Award for Human enam kali di penghargaan Harvey Award. Sergio menerima berbagai banyak pujian dari sesama kartunis baik rekan senegara maupun luar negara. Awal berkarya dimulai di majalah Mad lebih dari selama 30 tahun, karya-karyanya mendapat penggemar tersendiri.
Buku pertama yang dibuat Sergio adalah Louder than Words. Buku ini diterbitkan oleh Black Horse berupa buku komik strip tanpa kata-kata. Komik strip bisu, dengan tema-tema tertentu yang berulang, namun bervariasi.
Pertama kali saya membeli buku dengan cover yang sama dengan gambar di atas yaitu buku Action Speak, langsung terkesima dengan komik bisu yang berbasis humor atau lebih disebut kartun strip. Karena kalau komik cenderung mengarah pada hal-hal yang serius sedangkan kartun lebih santai bahkan penuh unsur humor.
Apresiasi yang tinggi saya pada karya Sergio adalah teknik bercerita yang konsisten dengan arsiran yang tajam. Konsistensi pada teknik hitam putih menjadi salah satu trademark dari Sergio sehingga lebih mudah dikenal oleh pembaca. Tidak heran jika Sergio memiliki penggemar khusus yang selalu menunggu kemunculan karya-karyanya.

Jika saya mengadakan studi perbandingan antar kartunis, Sergio memiliki kesamaan dengan Quino yaitu sama-sama konsisten dengan kartun hitam putih yang berformat komik strip tanpa balon kata. Perbedaan mendasar dari keduanya adalah pada pemilihan setting dan tema cerita. Quino lebih bersifat keseharian dan ada beberapa karyanya yang absurd sedangkan Sergio memiliki setting cerita yang lebih beragam. Misalnya:

Bercerita tentang keseharian
                                                Menggabungkan kartun dengan cerita rakyat Eropa
Kemalangan dan malapetaka namun berisi humor segar

















                                                        Fabel atau cerita tentang hewan

Kekuatan yang ada dalam karya Sergio adalah sistem bercerita yang membuat kita tertawa walau kadang merasa dongkol bahkan marah-marah. Sergio dapat membuat antilogika yang membuat pembacanya tersenyum walau agak jengkel karena kadang prediksi akhir di frame terakhir berbeda dengan yang ada di angan-angan dan analisa kita. Contoh gambar yang mempunyai humor luar biasa adalah cerita puteri  rambut panjang (yang berinisial R) yang dapat kita saksikan di film animasi berjudul Tangled. Cerita rakyat Eropa in telah dikenal sampai kepelosok dunia dan sejajar dengan putri salju atau putri berkerudung merah. Jika dalam kisah sebenarnya rambut panjang Putri yang sampai bisa melebihi ketinggian menara yang mengurungnya. Rambut ini dipakai oleh Ibu (yang sebetulnya Ibu penculik) sebagai tangga agar bisa mencapai menara. Lewat sentuhan kreatif Sergio cerita dibuat melewati batas-batas pakem yang telah terkenal. Berawa dari komunikasi yang mesra antara putri dengan satria ganteng yang berada di bawah menara. Alih-alih ingin menolong ternyata rambut panjang yang seharusnya untuk membebaskan putri, ternyata rambut panjang sang putri digunakan sebagai ayunan sampai sang putri kelabakan karena harus menahan beban yang bergoyang-goyang di dasar menara. 
Jika anda penggemar kartun dengan cerita yang agak menyakitkan seperti Master Q, buku Sergio kali ini menyajikan cerita tentang kemalangan yang diakibatkan oleh pelaku sendiri atau menderita karena keadaan. Gambar pertama di atas yang tentang seseorang yang memakai sepatu roda dengan gaya dan sok profesional dengan berjalan mundur. Akibat perilakunya tersebut bencana yang didapat setelah menabrak ke etalase toko. Kemalangan yang kedua bukan karena kesalahan tapi memang bawaan, seorang lelaki sedang tersesat di sebuah pulau terpencil, setelah menempuh perjalanan jauh dengan perahu sederhana atau gethek. Setelah menemukan pulau yang mungkin bisa dijadikan tempat bertahan hidup. Di pulau tersebut ada pohon kelapa yang sedang berbuah, orang tersebut ingin meminum air kelapa segar namun yang terjadi adalah musibah dengan mendaratnya sebuah kelapa di atas kepala setelah berusaha menggoyang-goyang batang pohon. 
Buku ini dapat sebagai acuan bagi teman-teman kartunis yang ingin menekuni kartun bisu dengan teknik hitam putih. Bagi anda yang sedang mengalami galau maka membaca buku komik bisu ini dapat melarikan diri sejenak dari masalah dan beban yang sedang melanda. 

No comments:

Post a Comment