Advertisment

Tuesday, December 13, 2011

Ngartun dan Musik (Ngartun part 16)

Musik adalah makanan jiwa. Adakah hubungan musik dengan ngartun?. Pada dasarnya manusia adalah makhluk yang mempunyai kesukaan secara naluriah terhadap keindahan. Keindahan tidak selalu pada apa yang kita lihat, namun bisa pada apa yang kita dengar. Musik adalah pemenuhan kebutuhan estetika di telinga kita. Apapun musik yang kita gemari pasti memiliki pengaruh tersendiri dalam diri. Musik dapat mempengaruhi sistem limbik dan emosi yang berpengaruh pada metabolisme otak. Terapi otak adalah salah satu pengembangan musik untuk kejiwaan bagi kesehatan dan psikologi.
Musik dapat membuat kita lebih konsentrasi dalam melakukan berbagai aktivitas, mulai dari berkarya, membaca, menyetir sampai aktivitas di kamar tidur :) maksudnya musik pengantar tidur.
Perkenalan saya dengan musik, dimulai sejak kecil dan berlangsung sampai sekarang. Waktu kecil di sekolah TK diajari menyanyi dan jalan-jalan bahkan kita menggabungkan antara jalan-jalan dengan bernyanyi. Masa SD, akrab dengan lagu-lagu Dangdut dan Iwan Fals. Masa SMP, pengaruh musik barat dengan belajar mendengarkan lagu-lagu barat yang terkenal waktu itu seperti Savage Garden dan lagu-lagu legendaris dari Nirvana, Oasis dan slow rock. Masa SMA, sata lebih menyukai musik-musik Indonesia yang sedang terkenal macam Dewa 19, Ari Lasso dan Sheila on 7. Memasuki jenjang kuliah, saya kembali pada pencarian musik yang cocok hingga mencoba menikmati dan belajar berbagai genre mulai rock, instrumen, Jazz, Blues sampai Reggae.
Berikut adalah musik-musik pilihan favorit saya saat ngartun:
1. OM Pengantar Minum Racun (PMR)
    Grup ini merupakan grup legendaris dan menurut saya mempunyai musik yang cerdas. Sampai hari ini selalu mendengarkan suara Jonny Iskandar yang saat Orde Baru terkenal dengan lagu Aku Bukan Pengemis Cinta dengan gaya vokal yang khas. Hampir setiap perjalanan mengajar ke luar kota, lagu PMR menjadi menu wajib karena lebih menyegarkan suasana dan membuat tidak mudah jenuh menghadapi jalanan yang ramai, panas dan hujan. Lagu-lagu yang dibawakan PMR mempunyai berbagai cerita mulai dari Fatimah Si Janda keren sampai pada fenomena kaset bajakan yang sedang marak di Indonesia pada awal tahun 90-an. 

PMR memiliki warna musik perpaduan antara dangdut melayu dengan gaya intelektual anak muda di tengah pemerintah yang cenderung represif.
Musik PMR enak didengar waktu naik kendaraan, ngeblog, ngartun sampai ketika berkumpuk dengan para pendekar malam di Galeri FISIP Unair. Rencana ke depan adalah membuat komik dengan tema Tribute to PMR dengan ngartun yang semua setting dan cerita mengambil dari lagu-lagu PMR. Lagu yang menjadi target ngartun pertama adalah Malam Jumat Kliwon.

2. The Panas Dalam 
Pada awal pindah kos pada akhir kuliah, hampir setiap berkarya saya selalu mendengarkan musik dari The Panas Dalam, sampai tetangga menganggap sebagai orang yang aneh setelah mengetahui selera musik yang aneh pula. Perkenalan awal dengan The Panas dalam berawal dari bermain di rumah salah satu teman yaitu Bayu (Kuro) dan menyalin file yang ada di komputernya. Pertama mendengarkan secara spontan saya menganggap musik ini adalah musik yang keren karena dari kreatifitas lirik sampai konsep musik yang menggabungkan balada dengan gaya Rollingstone. Lagu yang paling berkesan adalah Anakonda dan Rintihan Kuntilanak.
3. Nunung CS 
Salah satu band gila Indonesia, selain The Produk Gagal, Tani Maju dan Kornchonk Chaos adalah Nunung CS. Band ini mempunyai bentuk musik yang campur aduk tapi tetap mengedepankan segi komedi ala anak muda di era reformasi yang lebih bebas untuk bersuara. Salah satu lagu yang keren adalah Alhamdulillah yang mengajarkan kita untuk selalu bersyukur. Lagu Nunung CS yang mempunyai setting cerita menarik adalah Abang Gorengan, yang menceritakan suka duka kehidupan tukang gorengan yang suatu sore dipalak preman dan dengan sigap tukang gorengan tersebut mencuci muka di wajan gorengan sebelum menghadapi preman. Lagu-lagu bercerita kocak yang jarang kita ditemui pada era musik generasi galau.
4. Pesona Sinar Petromak (PSP)
Pada era 90-an selain WARKOP DKI dan PMR ada satu band kreatif yang legendaris dengan nama Pesona Sinar Petromak. Lagu yang dibawakan tetap konsisten pada kehidupan kampus dengan segala suka dan dukanya.Jika anda penasaran ini videonya:

video


5. Pemuda Harapan Bangsa (PHB)
    Grup ini berasal dari Bandung, yang pertama saya perdengarkan ketika menginap di rumah Pandu. Pertama kali mendengarkan lagu-lagu PHB dari album pertama yang berwarna biru dengan gambar robot, sampai semalam suntuk kaset itu saya putar. Sampai ketika ada kesempatan untuk bisa membeli sendiri, album PHB saya putar sepanjang hari sampai kasetnya error. Lagu-lagu hit yang ngartun banget dari PHB adalah Mahasiswa Rantau, Si Penghayal, Soleha dan Kidung Tengah Malam. Lagu Kidung Tengah Malam sampai sekarang tidak membosankan untuk diputar pada malam hari. Lagu tersebut pernah saya nyanyikan secara spontan di atas panggung ketika ada acara kampus bersama Heribertus yang kebetulan paham lagu-lagu PHB.
6. Team Lo (Generasi Pertama) 
Grup ini sempat booming dan ditunggu-tunggu kemunculannya di salah satu stasiun TV, Team Lo adalah band yang melakukan gebrakan dengan memparodikan berbagai lagu-lagu yang sedang dan pernah menjadi trend. Dua anggota band yang menjadi ikon adalah Pangsit dan Benjo, dengan mengandalkan bentuk fisik yang khas serta berbagai tingkah yang konyol siap mengocok perut para penggemar. Group ini sekarang mengalami pergantian anggota setelah lepasnya Benjo dan Pangsit.
7. Tony Q
    Musik Reggae adalah musik yang tidak pernah bosan untuk dinikmati. Dengan irama yang cenderung ceria serta banyak mengusung lirik-lirik yang penuh petuah, sehingga musik ini tidak salah untuk dijadikan pilihan dalam berbagai aktivitas. Tony Q adalah salah satu musisi reggae besar Indonesia yang totalitas pada reggae bahkan rela meninggalkan pekerjaan yang menurut orang sudah mapan demi kebutuhan mengembangkan diri dan ekspresi dengan reggae. Tony Q menggabungkan reggae dari Jamaika dengan berbagai alat musik Indonesia mulai gamelan sampai alat musik tradisional khas melayu. Saya apresiasi Tony Q pada musiknya yang mengangkat tema-tema pengembangan diri, politik, inspirasi dan mengangkat lokalitas terutama budaya Jawa.
8. Gangstarasta 
    Grup musik beraliran reggae yang selanjutnya menjadi favorit dengan kekentalan teknik bermusik ala reggae adalah Gangstarasta. Jika Tony Q lebih menekankan pada sisi eksperimen perpaduan musik lokal dengan reggae, Gangstarasta tetap menjaga kemurnian reggae. Istilahnya adalah grup yang fundamental dan menjaga kemurnian aroma reggae dalam setiap lagunya. Lagu yang menjadi hits adalah Selebriti, Hilang dan Unity.
9. Cozy Republik 

    Jika anda penggemar kucing pasti tiap hari memberi susu dan ikan setiap hari, berbeda dengan kucing dari grup Cozy Republik karena mempunyai Kucing Rasta yang Romantis. Kucing ini tidak doyan ikan namun doyan 'sayuran'. Grup reggae ini mempunyai lagu hits yang mempunyai video klip keren berjudul Hitam Putih. Kucing Rasta Romantis berarti kucing yang suka Rokok Makan Gratis.
10. Haji Ona Sutra 
     Musisi legendaris dari genre dangdut pada masa saya kecil adalah Haji Ona Sutra. Mempunyai suara yang khas dan dandanan berambut gondrong dan selalu berkaca mata. Lagu favorit dari musisi ini adalah Asam di Gunung Garam di Laut, Bola dan Terbayang-bayang.  Lagu yang paling galau yang terlarang jika dinyayikan saat ada resepsi perkawinan berjudul Titip Cinta. Jika anda ingin mendengarkan lagu dangdut dengan suasana alami tanpa menekankan hentakan yang terlalu keras, silahkan mendengarkan lagu-lagu H. Ona Sutra, Asep Irama, Yus Yunus, Ida Laila dan Raja Dangdut H. Rhoma Irama. 

11. Yanni 

      Yanni adalah pianis sekaligus komposer dari Yunani yang mempunyai totalitas tinggi dalam berpiano. Pertama mengenal Yanni setelah kakakku yang kuliah di Seni Rupa membeli album In The Mirror.  Pertama kali mendengarkan lagu-lagu instrumen Yanni dengan santai dan penantian menunggu datangnya suara vokal. Ternyata Yanni memang total pada piano. Album yang paling keren adalah Tribute, yang menggabungkan berbagai musisi dari penjuru dunia. Album Tribute adalah konser spektakuler di Lapangan Tian namen RRC dan depan Taj Mahal India. Lagu-lagu Yanni cocok dibuat untuk mengiringi proses kreatif  seperti membaca atau ngartun. 
12. Sojiro
      Pulang bekerja dengan penuh kepenatan dan capek setelah beraktivitas paling enak jika merilekskan diri dengan mendengar lagu-lagu dari Sojiro. Musisi asal negeri sakura ini mengusung instrumen dari alat tiup khusus yang terbuat dari keramik, berbeda dengan Kitaro yang membawakan organ. Suara yang dilantunkan dari alat Sojiro membuat pikiran lebih rileks dan teman yang enak buat mengiringi pergi ke alam mimpi. Lagu dari Sojiro yang menurut saya paling keren adalah Forest dan Theme of The Great Yellow River. 
13. Inspirational Moments Album Series 
     Awalnya dari provokasi kakak untuk membeli kaset Instumen dengan judul Inspirational Moments II setelah ada iklan yang muncul di televisi. Tahun 2000 sepulang dari sekolah saya membeli di toko kaset sekitar pasar tingkat kota Lamongan.  Pertama mendengar lagu Secret Garden berjudul Nocturno dan Yanni, langsung saya menyimpulkan ini album keren dan tidak membosankan untuk didengar kapanpun. Kalau ada II berarti ada seri I, setelah membeli album yang kedua dan yang lainnya lengkap sudah koleksi Inspirational Moments. Berbagai musik yang unik baik dari instrumen atau vokal dengan berbagai latar belakang asal dan budaya membuat kita sadar bahwa musik-musik di dunia ini beragam dan unik, tidak semata-mata pada aliran  yang umum.

Itu tadi musik-musik yang biasa menjadi pengiring jika sedang melakukan proses kreatif. Selain musik-musik di atas dalam proses ngartun saya biasa mendengarkan The Doors, Ramones, Nirvana, U2, Musik Keroncong dari Gesang sampai Basanova Java dan Kidungan Jawa Timuran dari Kartolo Cs.
Apapun musikmu yang penting membuat lebih rileks, fokus dan enjoy dalam melakukan berbagai aktivitas. Salam Ngartun dan Berngartun dalam Melodi.

Sumber Gambar dan Video: Mbah Gugel dan You Tube




No comments:

Post a Comment