Advertisment

Saturday, October 22, 2011

Alasan Menonton Shaun The Sheep


Siapa yang tidak tahu Shaun The Sheep, sekarang mainan berupa boneka, action figure sampai balon berbentuk domba dijual di mana-mana. Terjadi pergeseran makna domba dalam masyarakat, kalau dulu domba diidentikkan dengan hewan yang bau dan harus dijauhi, sejak ada Shaun dan kawan-kawan domba menjadi hewan yang asyik. 
Shaun The Sheep adalah kajian ngartun yang tidak bisa dilewatkan setiap penayangannya dan tidak ada habisnya untuk dianalitis dari berbagai sisi. Kali ini saya menganalisa fenomena dunia domba ceria dalam kajian Etik dan Emik (Pandangan kamu dan pandangan saya). Kajian saya kali ini adalah dari segi penerimaan dan persepsi masyarakat umum. 
Berikut adalah alasan yang rasional orang menonton kartun anilempung yang menjadi saingan sinetron Shaun The Sheep:

1. Lucu
    Hampir sebagian orang yang saya tanya akan menjawab hal ini ketika ditanya kesan pertama saat melihat Shaun The Sheep. Termasuk saya sendiri menganggap karya anilempung dalam Shaun The Sheep lucu, apalagi jika yang keluar adalah tokoh figuran dalam kawanan domba yang menjadi teknisi di berbagai episode yang pernah tayang. Kejenakaan Shaun dan kawan-kawan membuat semua orang menganggap tayangan ini recommended untuk menjadi sarana refreshing setelah capek bekerja.
2. Tidak membosankan
    Kalau tayangan animasi yang lain sering mengalami stagnasi karena membosankan dan cerita mudah ditebak, tidak kita temui dalam Shaun The Sheep ini. Meskipun setting tempat tetap di pekarangan dan peternakan yang selalu sama dengan pagar labirin semak, tidak menyurutkan penikmat anilempung ini untuk menikmatinya. Yang membuat kita tidak bosan saat melihat Shaun The Sheep adalah keberagaman tema yang kadang diluar perkiraan penonton pada umumnya. Misalnya kedatangan tamu seperti Banteng yang pemarah, turis asing yang suka foto, domba betina yang menjadi pujaan hati Shaun, Tikus tanah sampai kedatangan makhluk luar angkasa yang menaiki pesawat. Itulah salah satu penyebab kenapa tayangan ini tidak membosankan.
3. Perilaku yang tidak umum
     Pada postingan sebelumnya di blog ini saya menyinggung berbagai perilaku yang tidak umum yang tidak bakal ditemukan di peternakan domba manapun. Olahraga pagi, mendengarkan musik, foto bersama, menari, mandi dengan perlengkapan seperti layaknya manusia dan menonton film dengan proyektor. Perilaku tersebut membuat penonton akan menanti kedatangan Shaun The Sheep.
4. Sederhana tapi seru
    Sekilas Shaun The Sheep adalah kartun yang sederhana, itu mungkin pernyataan bagi orang yang tidak tahu proses dibalik pembuatan anilempung ini. Dibutuhkan 12 foto untuk satu detik adegan yang main. Animator yang harus menciptakan berbagai eksperimen sampai peran teknis yang melengkungkan bagian-bagian tubuh domba mulai dari badan sampai bibir untuk selanjutnya di foto. Kesederhanaan dalam Shaun The Sheep terletak pada bahasa bisu yang diterapkan dan setting lokasi yang cenderung sama, ada sebagian orang yang  merasa bosan dan menganggap tayangan ini membosankan. Namun bagi orang yang suka dengan kejutan serta sesuatu yang tidak lazim, maka anilempung Shaun The Sheep menyimpan sense of anti logical yang tinggi. Hal-hal baru dan menarik yang didapat dari sesuatu yang sederhana.
5. Timmy
    Salah satu figur dalam Shaun The Sheep yang kadang merepotkan namun membuat gemas adalah domba kecil Si Timmy. Tokoh ini menjadi salah satu ikon dalam Shaun The Sheep, tingkah polanya selalu menarik untuk disimak. Dari tidak bisa tidur kalau belum menggigit dot dan peluk boneka sampai pada kegemarannya untuk menonton film horor dan bermain drum. Timmy juga beredar dimana-mana dalam bentuk boneka yang dijual di jalan-jalan protokol kota Sidoarjo dan Mojokerto Jawa Timur sesuai dengan pengamatan saya jika melintas di daerah tersebut. Ada Timmy yang berbentuk boneka dengan bulu putih sampai yang berbulu biru muda. Untung bukan boneka Timmy berbulu serigala.

No comments:

Post a Comment