Advertisment

Sunday, September 11, 2011

Cartoonist of the month: Muslih Kokkang

Setelah lama tidak muncul akhirnya rublik Cartoonist of the month saya adakan lagi. Pertimbangan utamanya adalah untuk memberi wacana pada teman-teman atau siapa saja yang tertarik dengan dunia kartun dan sengaja saya menampilkan kartunis-kartunis Indonesia sendiri. We love Indonesian Cartoonist. Kartunis minggu ini adalah M. Muslih atau lebih dikenal dengan Muslih Kokkang.

Kartunis ini merupakan salah satu kartunis favorit saya sejak kecil. Karena keterbatasan informasi dan saya sendiri belum mendalami biografi M. Muslih maka penjelasan saya kali ini lebih kearah perkembangan berkarya dan gambarnya saja. Karya M.Muslih sering terlihat di Majalah Bulanan Intisari. Yang membuat saya menyukai karya-karya M. Muslih adalah pada ide dan teknik ngartun yang minimalis tapi kena pada gambar secara keseluruhan. Garis-garis yang sederhana membuat setiap karya beliau tampak elegan.
M.Muslih adalah salah satu kartunis dari komunitas Kokkang (Kendal Kaliwungu Jateng) yang mempunyai dedikasi besar dalam spirit ngartun
Sejak melihat dan mengikuti gambar-gambar beliau dari masa ke masa, sejak masih SMP sampai jadi sarjana, teknik gambar M. Muslih mengelami perkembangan dalam goresan minim arsir yang tegas namun tidak menghilangkan ciri khasnya dengan mata beupa titik dan ada alis di atasnya. Gambar M.Muslih yang pada masa lampau terkesan kasar sekarang lebih halus dan rapi.
Soal ide penuangan humor ke dalam kartun teknik ngartun beliau seperti Pak Kirno yang cenderung bersifat anti logika, penuh kejutan dan yang menjadi salah satu ciri khas M.Muslih adalah sering mengarah pada tema-tema yang bersifat semi vulgar seperti pengantin baru atau pakaian dalam.
Gambar di atas adalah karya terbaru dari M. Muslih yang dimuat oleh Jawa Pos dalam kartun mingguan tema Sepeda. Orang tidak akan mengira kalau sepeda yang selama ini sebagai sarana transpotasi, bergaya sambil keliling kota ternyata mempunyai fungsi yang tidak disangka oleh banyak orang yaitu jemuran. Efek humor makin terasa dan terasah karena yang di jemur adalah pakaian dalam wanita yang menurut sebagian kalangan adalah salah satu hal yang tabu untuk dibicarakan.
Akhir kata, rubblik ini akan selalu saya adakan setiap bulan dengan mengangkat kartunis-kartunis Indonesia asli yang menurut saya mempunyai dedikasi dan semangat inspiratif bagi kartunis se-Indonesia maupun penggemar kartun di manapun berada. Hidup kartun Indonesia!!. Salam Ngartun


No comments:

Post a Comment