Advertisment

Saturday, May 21, 2011

Resensi Komik Guru Berdiri Murid Berlari

Judul: Guru Berdiri Murid Berlari
Penulis: Eko S Bimantara
Tebal: 96 halaman
Penerbit: Gradien Mediatama, Jogjakarta,2009
ISBN: 978-602-8260-42-8
Guru adalah sosok yang sangat berjasa dalam kehidupan dan tumbuh kembang seorang anak manusia. Semua yang pernah merasakan bangku sekolahan akan ketemu dengan sosok yang penuh sabar dan kasih sayang membimbing dan mendidik siswa. Guru mempunyai kewajiban untuk selalu membuat siswa dari yang tidak bisa menjadi bisa.
Buku kumpulan kartun strip atau lebih tepatnya disebut dengan komik kocak ini berisi tentang berbagai hal yang menjelaskan guru dan siswanya.

Guru dan murid adalah satu rangkaian yang tidak bisa dipisahkan, satu sama lain saling melekat seperti prangko dengan lemnya. Guru tidak bisa apa-apa tanpa murid, dan murid tidak tahu apa-apa tanpa guru.
Buku ini terbagi dalam beberapa segmen yang menerangkan tentang interaksi siswa dengan guru yang tidak biasa dan kocak, keisengan siswa sampai dengan guru yang membawa permasalahan rumah tangganya kekelas atau sebaliknya membawa permasalahan di sekolah ke dalam kelas.


Gambar di atas menggambarkan kondisi anak muda sekarang yang semakin susah untuk diatur. Pengaruh teknologi informasi dan globalisasi membuat pembangkangan pada siswa makin berkembang. Akibatnya seorang pendidik harus mencari cara bagaimana untuk membuat kelas menjadi sekondusif mungkin.
Murid yang baik adalah murid yang rajin belajar dan penurut. Murid yang lebih baik adalah murid yang mempunyai daya kreatifitas yang tinggi. Namun jika kreatifitasnya terlalu berkembang bahkan kelewatan maka yang terjadi adalah tidak segan-segan seorang siswa mengerjai guru.
Kreatifitas yang berlebihan menunjukan semangat belajar dari seorang murid. Sebuah riset baru-baru ini menemukan bahwa siswa yang sukses adalah orang yang selama sekolah menjadi sosok yang culun dan kutu buku.
Interaksi guru dan murid didasari pada aturan tata krama adat timur, di mana orang lebih tua lebih dihormati.
Tata krama antara murid terhadap gurunya dapat menjadi sesuatu yang menggelikan jika kita melihat gambar di atas. Anak kecil yang masih masa pra pubertas identik dengan ingus dari hidung. Ingus yang semula menjijikan menjadi sesuatu yang menggelikan karena guru dan muridnya sama-sama tertawa lepas menerima keadaan.
Buku komik ini layak untuk anda baca, terutama yang berdekatan dan berusaha mendekati dunia pendidikan. Guru kencing berdiri, murid kencing berlari.
Tiada pahlawan yang tanpa tanda jasa selain Guru.

No comments:

Post a Comment