Advertisment

Sunday, January 23, 2011

Indonesian Classical Comic


Sejarah kartun dan komik tidak bisa dilepaskan dari masa-masa awal di mana peradaban manusia telah mengenal dunia tulis menulis. Kreativitas masa lampau tidak hanya tertuang dalam tulisan saja, namun seni ilustrasi juga turut berkembang. Ilustrasi sebagai cikal bakal komik dan kartun mengalami perkembangan dari bentuk dan teknik yang sederhana menjadi modern. Dari melukis ikon hewan di dinding gua sampai pembuatan relief di candi.

Relief candi yang sering di jumpai pada candi-candi peninggalan masa keemasan era kerajaan Hindu Budha merupakan potret dari masa perkembangan seni ilustrasi pada masa lampau. Kalau kita berkunjung ke candi dan hanya sekadar jalan, makan, foto-foto belum mampu menyerap sisi historis dari keberadaan candi itu sendiri. Sebelum berkunjung persiapan kita tidak hanya dari berapa banyak ransum konsumsi yang kita bawa, namun persiapan wacana menjadi sesuatu yang tidak boleh ditinggalkan.

Berkunjung ke candi ibaratkan kita sedang mengunjungi toko buku atau rental komik. khusus candi-candi di Jawa Tengah dan Jawa Timur menyimpan potensi untuk kita apresiasi dari sisi ikonik reliefnya. Borobudur adalah salah satu candi yang menyimpan beragam relief dengan alur cerita yang menarik untuk dikaji dan diapresiasi. Perjalanan hidup Sang Budha terekam jelas pada berbagai pahatan relief di candi tersebut.

Candi bukanlah sekadar tumpukan batu dengan ukiran yang rumit dan indah, atau kebanyakan masyarakat mempunyai persepsi bahwa candi adalah sebuah makam. Candi adalah tempat yang mempunyai banyak makna jika dilihat dari berbagai persepsi. Dapat sebagai simbol legitimasi sebuah kerajaan dan para penguasanya, simbol makrokosmos di jagad dunia, simbol pengaruh agama dan kepercayaan tertentu yang berlaku pada masyarakat di saat itu. Peristiwa demi peristiwa dapat kita baca melalui gambaran ikonik pada pahatan relief candi.

Pembangunan candi tidak hanya melibatkan arsitek dan mandor-mandor jaman klasik, namun seniman juga turut berperan dalam mempercantik suatu candi. Bahan dasar Batu Kali atau andesit (pada kebanyakan Candi Jawa Tengah) dan batu bata (pada sebagian candi Jawa Timur) memerlukan jasa pemahat yang siap bekerja sesuai pesanan dari Raja. Kalau kita masuk pada museum dan ruang pamer di Candi Prambanan Jogja terlihat poster tentang teknik pendirian candi. Setelah survey lokasi dan mendapat persetujuan proses pendirian diawali dengan urusan pondasi, pemilihan batuan beserta penyusunannya,sampai pada tahap estetis di tangan pemahat
tempo dulu. Teknik pahatan Jawa Tengah lebih dalam dari pada Jawa Timur.

relief candi Penataran Jatim

Ikon candi terdapat perbedaan antara Jawa Tengah dengan Jawa Timur. Jawa Tengah lebih naturalis sedangkan Jawa Timur lebih bersifat sederhana atau ikonis. Asumsi saya Jawa Tengah pada masa lalu lebih didominasi oleh ilustrator dan pelukis bergaya realisme dan natural, sedangkan Jawa Timur lebih banyak kartunis dan karikaturis yang lebih cenderung bersifat sederhana tanpa lupa akan penyampaian makna. Semoga setelah baca tulisan saya ini, kalau kebetulan anda suka ke candi bukan hanya berwisata atau cuci mata, namun dapat lebih banyak berapresiasi dan melakukan lebih banyak pemaknaan terkait dengan nilai-nilai kearifan lokal bangsa.

No comments:

Post a Comment