Advertisment

Monday, February 15, 2016

Joran Amis Kembali: Cerita Pasca Cuti Hamil (Pembukaan)

Setelah sabar menanti selama 9 bulan untuk kelahiran Jabang Bayi dengan cuti mancing dan beragam kegiatannya. Kini rublik Roikan Memancing kembali hadir dengan beragam cerita. Ada ragam kisah baru dengan spot baru dalam rangkaian mancing malam, mancing perkotaan dan mancing pedestrian. Tidak lupa di dekat rumah Malang ada spot sungai besar bernama kali Metro atau lebih dikenal masyarakat Polehan sebagai kali Metro. 
Mengawali Joran Amis @kaliinjoko
Beruntung tinggal dan bekerja dengan orang-orang yang mengerti hobi dan kegilaan saya pada mancing. Kolega kantor rata-rata suka memancing. Tidak hanya di Jogja tapi juga di Surabaya. Pindah ke Jawa Timur pada awalnya membuat saya sedikit galau karena terpisah dari sungai dan muara di Kulon Progo. Tapi saya percaya akan bertemu dengan spot yang lebih memukau. Waktu masih menjalani cuti mancing saya sempat mengikuti teman-teman yang mancing, dari mancing di Pedestrian sampai mancing malam di kali Injoko Gayungsari. Karena pantangan untuk pegang pancing, saya hanya melihat dan membawakan piranti ketika jauh dari kali. 
Betik kecicik olo ketoro 
Memancing di perkotaan (urban fishing) mempunyai daya tarik tersendiri. Biasanya ketemu sungai atau muara dengan lingkungan desa yang asri. Tapi kali ini saya lebih banyak memancing di tengah kota dengan lingkungan yang bising, ada kendaraan lalu lalang, PKL yang menjajakan dagangan sampai pesawat terbang yang hilir mudik di atas cakrawala. Inilah awal tulisan untuk serangkaian artikel yang berisi tentang pengalaman mancing di perkotaan (Kali Jagir, Pintu Air Gunung Anyar, Pedestrian Gayungsari, Kali Injoko dan Kali Ketintang). Selamat Membaca.

No comments:

Post a Comment