Advertisment

Wednesday, November 18, 2015

Kolam Renang Jasdam Rampal: Sensasi Pendidikan Militer

Anda ingin merasakah bagaimana menjadi seorang prajurit siswa? Merasakan pendidikan militer? Kolam renang Jasdam Rampal Kota Malang adalah salah satu solusinya. Terletak sebelah selatan lapangan Rampal yang strategis di kota Malang. Bisa naik angkot maupun kendaraan pribadi. Lapangan Rampal berada tidak jauh dari stasiun kota Malang. 
Sisi Selatan dekat pintu masuk
Kolam renang ini walau tidak standar untuk perlombaan (kurang dari 50 meter panjang lintasannya) tapi suasana militer terasa di dalamnya. Maklum kolam renang ini berada di daerah basisi TNI Angkatan Darat. Pertama kali memasuki kolam ini saya merasakan sendiri suasana pendidikan ala militer. Ada ruang ganti untuk prajurit yang berlatih renang sampai pengawas kolam yang juga anggota TNI. 
Sisi utara dekat ruang ganti 
Kolam renang ini usianya mungkin sama tuanya dengan markas militer di daerah sekitarnya.  Bentuknya sederhana dan tiket masuknya murah meriah. Sekali masuk kita mesti mendatangi rumah penjaga yang berada di sisi utara kolam renang dan hanya merogoh kocek Rp 5.000 bisa berenang sepuasnya. 
Pintu Masuk kolam 
Yang menarik dari kolam renang Jasdam Brawijaya ini adalah jam operasional yang mengenal masa istirahat. Buka pagi pukul 06:00 sampai 11:30 WIB. Ada istirahat siang. Buka kembali mulai pukul 13:00 sampai 17:00 WIB. Pengalaman renang di berbagai kolam hanya kolam ini yang menurut saya mengenal jam bobok siang. Istirahat 1,5 jam. Mungkin komandannya berteriak dengan lantang: "Istirahat di kolam Gerak !!" . 

Dengan panjang lintasan yang menurut saya lebih sempit, kurang cocok untuk saya yang biasa berenang dengan porsi lintasan 50 meter. Jika kolam standar lomba mempunyai bentuk permukaan yang menyerupai huruf U, kolam ini berpermukaan seperti segitiga. Semakin keutara semakin dalam airnya. Ini memang ditujukan untuk pelatihan militer. Dalam renang militer ada gaya renang senyap, teknik berenang yang mengandalkan unsur penyusupan dalam kawasan air lawan. Jadi tetap berenang tapi mengurangi sedikit mungkin gerak air. Tentu saja dengan membawa perlengkapan tempur. Termasuk senapan, dan harus waspada agar senapan tersebut tidak basah. Bahkan dalam Perang Dunia II, tentara sekutu menggunakan kondom sebagai penutup ujung laras senapannya saat misi pendaratan pantai di Prancis (D-Day). 
Renang boleh tapi bayar dulu
Nilai plus dari kolam Jasdam ini adalah kita bisa merasakan sensasi pendidikan militer ala prajurit militer. Bertukar pikiran dengan bapak tentara penjaga kolam. Yang pasti lebih aman, anti tawuran. Kalau ada orang berbuat onar, tahu sendiri konsekuensi jika macam-macam di daerah basisi militer. Tapi ada pula nilai kurangnya. Kolam ini tidak bisa diakses sembarangan jika sedang berlangsung pelatihan militer. Karena usianya yang juga tua, teknologi penyaringan air masih kurang dibanding dengan kolam renang yang filtrasinya lebih canggih. Tinggal pilih mau renang di kolam yang bening namun kaya kaporit, atau kolam renang dengan filtrasi seadanya yang minim kaporit. Yang penting jangan melupakan pemanasan dan jangan meludah/berdahak bahkan kencing di dalam kolam renang. 

bonus track: 
Jangan melupakan pemanasan

No comments:

Post a Comment