Advertisment

Thursday, October 8, 2015

My Teach My Adventure (bagian satu)

ID card setelah tahun ketujuh

Postingan ini saya buat setelah melihat satu fenomena ngeTrip. Bukan Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP). Kalau kita perhatikan di mana-mana di atas dunia (lagune Bang Haji) banyak orang pakai kaos My Trip My Adventure. Berawal dari acara di stasiun swasta kala akhir pekan. Acara plesiran ala selebritis yang blusukan ke seluruh wilayah di tanah air. Tidak disangka dan menjadi pertanyaan besar, sejak kapan nama acara itu jadi logo bus dan kaos. Berdasarkan pengamatan di lapangan (Bandung dan Malioboro Jogja) kaos berlogo MTMA tersebar luas. Bahkan tanpa lisensi resmi mencantumkan logo natgeo. Biar terlihat kekinian, sedikit alay tidak apa apa, saya membuat suatu judul My Teach My Adventure. 
Kadang beberapa orang nyeletuk, apa tidak ada pekerjaan selain mengajar? Apa sih enaknya mengajar? Tidak bisa cari pekerjaan lain tah?. Semua pertanyaan itu terjawab dengan satu jawaban Mengajar itu panggilan hati. Apapun aktivitas yang berisi transfer ilmu dan kemampuan itulah mengajar. Tidak harus di lembaga formal, lembaga non formal juga oke. 

Kepuasan mengajar itu saat melihat peserta didik puas dan merasa jelas apa yang telah kita sampaikan. Lebih puas lagi saat melihat peserta didik dapat memberikan penjelasan dari apa yang telah kita sampaikan kepada orang lain. Itulah esensi mengajar yang cerdas, bukan sekadar gugur kewajiban. Apalagi formalitas semata, absen terisi tapi aktivitas kelas tidak ada detak nadi. Mengajar butuh referensi lebih dan ekstra unik, kalau tidak akan gelagapan saat menghadapi pertanyaan kritis dari peserta didik yang unik pula. Lalu apa yang dikejar dari mengajar? 
Duit saja atau pangkat demi akreditasi/sertifikasi/visiditasi atau apapun sasi sasinya? 

Tidak juga seperti itu, mengajar itu ibadah. Konon amal pengajar tidak akan berhenti mengalir seperti aliran kali progo atau bogowonto. Tentunya juga butuh orang yang kompeten, the right man on the right place. Tidak bisa berjalan baik jika ada kapal disopiri oleh masinis kereta. Tidak akan optimal kbm jika ditangani oleh orang—orang yang tak linier, karena garis yang lurus itu menandakan fokus. 

Revo Merah Sahabat Sejati
Ceria Berangkat Mengajar bagaimanapun medannya (diperankan oleh model Mojoagung) 

Saya merasakan sendiri nikmatnya menjadi seorang pengajar. Dipanggil apapun terserah. Guru, tentor, mentor, bahkan dosen. Belajar itu eksplorasi, mengajar itu petualangan lebih. Sensasinya begitu menggoda. Dimulai dari tahun 2007 saat iseng menjadi guru les privat lukis anak. Bersepeda pancal melintasi rimba Kota Surabaya. Tapi puasnya tidak terhingga saat melihat siswa bocor imajinasi dan berkembang menggunakan alat gambarnya. 2008 adalah awal menjadi pengajar petualang, keliling kota, dolan dibayar. Bergabung di bimbel ternama dan ikut merasakan saat merintis dan merawat kelas IPS. Trayeknya antar kota dalam provinsi. Nomaden mengajar antara Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Bangkalan, Pasuruan, Jember, Probolinggo, Pamekasan, Lamongan bahkan Tuban. Semua dilalui dengan ceria, penuh canda. Dapat uang transpot yang biasa kupakai untuk wisata kuliner, warkop dan rumah makan.
Lumba-lumba sambung Panda (Jogja-Malang via Surabaya) 

Kepindahan ke Jogja untuk lanjut sekolah di tahun 2012 petualangan terus berlanjut, melintas sarkem dari UGM menuju Wates Kulon Progo dan kawasan unit lainnya. Di tahun yang sama ada amanat untuk mengajar di Antropologi Universitas Brawijaya Malang. Sudah tentu ada tenaga ekstra fisik, mentak dan dompet untuk lintas provinsi tiap minggu. Semua memberikan kepuasan batin dan menambah jam terbang untuk menjadi pengajar ala Umar Bakri yang bikin otak orang seperi otak Habibie. Dalam situasi apapun saya selalu berharap, semoga apa yang telah saya ajarkan dapat menjadi ilmu yang bermanfaat. 
Mengutip dari Kitab kuning, Ta'lim mutaalim ada satu pesan yang menarik. "Belajarlah! Sebab ilmu adalah penghias bagi pemiliknya dia perlebihan, dan pertanda segala pujian. Jadikan hari-harimu untuk menambah ilmu. Dan berenanglah di lautan ilmu yang berguna". (Bersambung) 

No comments:

Post a Comment