Advertisment

Sunday, October 11, 2015

Kartunis Mantu

Akhir pekan pada awal bulan Oktober ada dua kartunis senior yang mantu. Mengantarkan anggota keluarga menuju biduk rumah tangga. New life and real life. Adalah Pak Yeha (kartunis senior yang tinggal di dekat Borobudur) dan Pak dhe Jitet K (kartunis maestro yang kerap memenangkan lomba internasional dan sekarang menjadi tukang gambar di Kompas). Saya hanya ikut memantau dari jauh, keseruan acaranya. Sudah pasti tamu undangan juga beberapa berasal dari kalangan seniman, khususnya kartunis. Apapun yang dilakukan kartunis pasti gokil. Tapi karena faktor jarak dan kesibukan, lagi-lagi saya hanya dapat memantau. Beberapa waktu lalu, ada undangan pernikahan dua tukang gambar di Depok. Pernikahan Mas Ikhsan D yang dihadiri oleh kartunis dari berbagai belahan dunia, Indonesia raya. Saat itu saya sedang ada kegiatan dan aktivitas di Kulon Progo, DIY. Seandainya jarak relatif dekat dengan bermotor pasti datang ke sana.
Sugeng rawuh para tamu
Salah satu yang menarik dari kartunis mantu sebagaimana gambar di atas, lelaki sopan berkarakter yang sedang memberi ucapan selamat datang para tamu. Sekamuflase apapun kartunis tidak bisa dibohongi dari goresan, arsiran dan tarikan garis. Hal mendasar dari pembentukan karakter kartun. Sesama kartunis sudah tentu paham dan harus saling memahami. Ya karakter di atas adalah karya dan representasi diri dari Sang tuan rumah: Jitet K. Saya belum pernah bertemu langsung dengan beliau, namun telah akrab dengan goresannya. Inilah sisi gokil dari seorang kartunis, gokil setiap saat dalam setiap kesempatan. Resepsi perkawinan adalah momen yang tidak terlupa. Ada berita resepsi ala pemancing dengan pedang pora menggunakan joran (walesan pora), ada resepsi dengan sistem drive thru, tamu tidak perlu turun dari mobil buat bersalaman. Dan sekarang, resepsi gaya kartunal. Dulu saat awal-awal menekuni dunia kartun (termasuk meneliti kartun) saya punya impian. Kelak jika nikah, akan bergaya kartunal. Ada banner sugeng rawuh para tamu menggunakan karakter Tiwul. Ada gambar karikatur mempelai dan souvenir bergaya kartun. Tapi apa mau dikata, deadline revisi tesis dan yudisium yang membuat saya jadi tak berdaya berinovasi untuk resepsi. Jadinya terima jadi, pasrah. Semoga kelak ada momen gokil lagi misal sunatan yang kartunal atau besanan antar kartunis. Pasti menjadi keluarga yang penuh canda. 
Akhir kata, saya atas nama pribadi dan keluarga mengucapkan selamat mantu kepada Pakdhe Yeha dan Pakdhe Jitet K. Semoga menjadi bagian keluarga yang menambah keceriaan dan mendapat cucu yang berbakat, agar ada regenerasi kartunis yang unggul.   

No comments:

Post a Comment