Advertisment

Monday, August 10, 2015

Review Game Toy Defense I

Jika kita memandang hidup adalah sebuah permainan, maka tidak ada salahnya kalau kita suka mainan. Tanpa bermain seorang anak mengalami kendala dalam perkembagan psikisnya. Mainan action figure menjadi salah satu mainan kesayangan saya sejak kecil. Sampai dewasa tetap menyukainya, hanya pengagum. Bukan penghobi, karena sadar pada kemampuan finansial. Kalau kalap pada action figure bisa-bisa tidak makan selama sebulan. Jaman permainan Playstation, saya sangat menyukai Army Men dengan segala serinya. Jika main di rental, kala orang-orang bermain game bola, saya asyik sendiri menjalankan misi tentara plastik. Hingga pada tahun 2007 secara tidak sengaja saya menjumpai satu perangkat tentara plastik di jual dengan harga bersahabat di salah satu mall terkemuka di Surabaya dengan kapal selam di sisi timurnya. Mungkin obsesi menjadi seorang tentara (marinir) yang pupus, membuatku tetap perhatian pada dunia militer termasuk pada tentara kecil dari plastik.

 Ruffy and the Soldiers: army men
Bulan puasa 2015, saya menghabiskan libur kantor dan berpuasa bersama nyonya yang sedang mengandung. Malam hari biasanya saya ke warnet sebentar untuk cek email, menyelesaikan segala urusan dengan penerbit untuk buku perdana.  Secara tidak sengaja di folder download pengguna sebelumnya saya melihat sebuah file aplikasi: toydefence.exe. Iseng-iseng saya copy-paste ke flash disk dan segera saya instal di laptop.
Toy Defense
Ternyata ini game pertahanan benteng dari sesama tentara plastik yang berusaha melakukan pendudukan. Mirip Plant vs Zombie, namun karena pada dasarnya suka dengan dunia militer saya mempunyai ketertarikan lebih untuk memainkannya.

Logo Melesta Games, fleksibel dan dinamis.

Awal memainkannya saya anggap game ini biasa saja. Karena mirip bermain monopoli. Saya kepo dengan studio pembuatnya. Melesta Games, semacam lupa-lupa ingat saya akhirnya sadar jika studio ini pernah membuat game ternak: Farm Frenzy. 

Saya ulik, siapa orang-orang dibalik game toy defese. Ternyata nama-nama bergaya Rusia (Eropa lor) dengan akhiran -vic. Jika saya dilahirkan di sana mungkin nama saya berganti Roikanovic. Usut punya usut dari situs resmi Melesta Studio, ternyata beralamat di Agion Omologiton Avenue, Nicosia 1080, Cyprus. Republik Siprus adalah sebuah negara pulau di Laut Tengah bagian timur, ±113 km di sebelah selatan Turki dan 120 km di sebelah barat Suriah. Kira-kira 10 hari kalau naik pesawat dari Kulon Progo.

Perang di salju
Secara grafis game ini masuk dalam jajaran game mini tapi penampilan maksi. Grafis simpel tapi bisa memanjakan mata, halus, rapi dan dasyat ketika ada suara ledakan. Tidak perlu VGA card mahal-mahal, on board pun sudah bisa memuaskan mata. Semakin tinggi level yang kita mainkan, semakin dasyat pula musuh yang harus kita hadapi. Kadang terjadi ledakan besar yang menampilkan kejadian berapi-api.
Dalam serangan Balon udara

3 Misi penting
Game play dalam game ini, ada tiga misi penting. First Blood, Hard Winter dan Die Hard. Khusus yang terakhir jangan ditanya tentang beban kerja kita. Dijamin harus mempertahankan musuh yang datang bertubi dan semakin menjadi-jadi.
Berjuang untuk medali emas
First Blood semacam judul film. Ada pula yang mengartikan dan menganalogikan first blood sebagai perjuangan menuju kedewasaan. Sunat/khitan, maksudnya bagi laki-laki. Menstruasi (menarche) bagi perempuan. Keduanya adalah keluarnya darah pertama dari dalam tubuh.
keroyokan
Selain grafis yang oke, ada keragaman ekologis dalam game ini. Perang di padang rumput sampai salju. Tapi apapun tempatnya konsentrasi kita tetap satu fokus: jangan sampai musuh masuk ke benteng kita agar benderanya selalu berkibar sebagai tanda kedaulatan. Ada empat sumberdaya pasukan yang bisa kita gunakan dan kombinasikan. Tentara senapan (kompi senapan), pasukan api, pasukan anti pesawat (arhanud) dan pasukan artileri medan (armed).  Karena pasukan musuh terbuat dari plastik, perpaduan antara senapan dan api menjadi hal yang keren di garda depan. Tapi kurang efektif jika berhadapan dengan tank atau serangan udara.

Warna musuh menentukan kekuatannya
Game ini memang menggemaskan pada level-level akhir, kita akan berhadapan dengan musuh dengan warna-warni yang berbeda. Ungu dan Merah menjadi warna yang menakutkan karena biasanya lebih kebal, gesit dan irit. Maksudnya jumlahnya sedikit, bahkan ada yang bersolo karir berangkat perang sendiri tapi bisa membuat pemain ketar-ketir.
serangan udara
Oleh karena itu, perlunya selalu memperhatikan setiap posisi tempur. Penempatan dan peningkatan pasukan menjadi hal utama untuk memenangkan setiap levelnya. Pengalaman bermain game ini, walau tidak dalam misi untuk mengejar medali emas sepenuhnya, namun cukup mengasyikan karena bisa melatih strategi dan konsentrasi. Game ini mempunyai sound efek yang cukup dasyat, suara jernih dan yang bikin ngakak adalah suara saat tentara musuh kita tembaki. Ada teriakan prajurit yang terluka kalah peluru atau api kita kena, teriakan kematian sampai teriakan massal saat kita mengancurkan mobil truk pengangkut pasukan. Suara deru mesin tank, pesawat yang melintas dan derap sepatu saya rasa luar biasa dalam game ini.


Nilai plus dalam bermain game ini, mengajarkan bagaimana kita dalam mengambil keputusan. Ada pula pentingnya mengantri jika sedang menunggu giliran. Saya kerap melihat adegan antrian yang rapi dari pasukan, tank atau truk pengangkut pasukan saat melewati pertigaan dan kebetulan sedang berpapasan. Tidak ada pasukan musuh yang ugal-ugalan, mereka rela menunggu dengan rapi berjajar sampai jalanan benar-benar sepi. Tidak perlu menerjunkan aparat kepolisian untuk menerapkan sistem buka tutup, karena kesadaran telah ada pada setiap pasukan.

pasar sekaligus laboratorium senjata
Nilai kurang dari game Toy Defense jilid pertama ini adalah minimnya senjata yang lebih canggih, dan untuk upgrades setiap pasukan membutuhkan waktu biaya yang tidak sedikit. Tidak heran jika waktu pemainnya juga tersita lebih untuk hal-hal yang lain. Pemain dapat dibuat jengkel karena untuk beli senjata yang lebih mutakhir, kita kekurangan duit (dalam hal ini bintang) yang cukup kecil, misal kurang 3 atau 2 bintang. Otomatis kita harus berangkat perang lagi, yang kadang levelnya lebih tinggi dan tidak berdaya mengadapi musuh utama yang warna-warni. Akhirnya main game itu perlu untuk melatih kita tetap fokus dan asah otak, namun ingat waktu dan tempat tentunya. Sebab gamer yang baik adalah yang bijaksana mengatur waktu untuk bermain dengan aktivitas lain yang lebih penting. 

No comments:

Post a Comment