Advertisment

Thursday, March 27, 2014

Bukan Salah Ibu Mengandung: Cerita Bocor Alus Bawaan

Bocor Alus, merupakan istilah yang melekat pada orang yang ekspresif dan tidak pernah diam. Bagi makhluk ini hidup itu harus beraksi dan berekspresi. Seperti halnya dalam lingkungan kampus tempat saya mengabdi, wacana bocor alus telah melanda semuanya. Bukan hanya mahasiswa namun pengajarnya juga turut serta dalam bocor habitus :) . Semua berpangkal pada kebersamaan yang dibuat seakan tidak ada jarak, mulai dari masa awal bertemu, masih unyu dalam inisiasi sampai memutuskan untuk tinggal bersama dalam satu kosan. Saat ini dalam aktivitas padat merayap yang mengharuskan seminggu dua kali melakukan perjalanan AKAP, sering tinggal di kos Jatimulyo daripada tinggal di Mbetek Malang Kota. Tinggal di kontrakan Nekeng House, tempat sarang para penyamun dan juragan 'bimoli'. Setidaknya bisa mengontrol belajar dan semangat kuliah dari mahasiswa. 
mBoys Band pergi ngampus

Bocor Alus bukan perilaku yang menyimpang selama dapat menjadi hiburan dan sumber inspirasi bagi yang lain. Tidak salah jika salah satu penyemangat saya untuk senantiasa menikmati rutinitas padat merayap adalah bertemu dengan teman-teman yang bocor alus, mulai di Malang sampai di Jogjakarta. 
Mahasiwa Angkatan Pertama, Dukun Antrop yang disinyalir Bocor Alus 
Ranger Biru with Kimochi Helmet
Dan disinyalir kebocoran alus ini berawal dari penggagas sekaligus tokoh utama yang sekarang bertapa di padepokan California, kebersamaan awal dengan penuh ekspresi menjadikan kami bertekad untuk selalu 'bocor', bocor tapi berprestasi.
Ngalap Berkah dan Barokah yang bocor dari langit
Sekian postingan kali ini, tulisan ini berdasar pada kisah nyata dan segala kesamaan perilaku serta nama adalah memang disengaja dibawa pengaruh 'bimoli' yang jernih.