Advertisment

Wednesday, May 8, 2013

Jaya Suprana: Kontribusi dan Apresiasi

Etnokartunologi (ruang 212 FIB UGM). Postingan yang sempat tertunda -gara-gara terlalu sibuk dan file hilang gara-gara instal ulang- tentang Jaya Suprana (Poa Kok Tjiang).  Jamu Jago identik dengan Jaya Suprana, seorang multi talen yang turut berpengaruh dalam perkembangan jagad humor dan kartun nasional. Karena kesibukan UAS, saya tidak dapat berkontribusi dalam lomba yang cukup menarik yaitu ngartunin Pengusaha Jamu dan Pendiri MURI (Museum Rekor Indonesia) serta penggagas Kelirumologi (ilmu tentang salah kaprah).  Pemenang dan nominator Lomba Karikatur Jaya Suprana ditampilkan khusus dalam grup Facebook yang digerakkan oleh Om Jan Praba, pada akhir bulan Januari. Keputusan dewan juri Lomba Karikatur Jaya Suprana yg terdiri dari Sudi Purwono (Ketua), Jan Praba (Anggota) dan Joko Luwarso (Anggota ) dengan  menggunakan kriteria penilaian dari sisi: (1) Teknis, (2) Visi/misi, (3) artistik secara grafis, para juri memutuskan para pemenang adalah sebagai berikut:

Pemenang Utama
BAMBANG IRAWAN (IBENK)
Jaya Suprana dan Einstein

Dalam lomba ini ada 15 Nominator Terbaik seperti  AGUS PRAYITNO (AGOES WHE) Bekasi, ANGGA ARI AGUSTIA Ambarawa, ANTO RIDWAN Kalideres, Jak-Bar, ARADEA NUGRAHA (ARD) Bandung, DAVID SITANGGANG Jambi, DODDY ISWAHYUDI Yogyakarta, FAJAR NURSYAMSUJATI (FAJAR) Semarang, I PUTU PINKY SINANTA Karangasem, Bali, MOKH CHAERUDIN (DIEN YODHA) , MUFTY FAIRUZ Cianjur, NURWENDA JUNIARTA (JIWENK) Sukabumi, SIGIT DWI NUGROHO Magelang, SUNGGING PRIYANTO Tangerang, SUPRIYONO (PRIYO AJ) Bekasi, SURANTO (KUMBALASETA) Yogyakarta,  Selain itu secara spontan Ibu Ayla Jaya Suprana memberikan penghargaan karya terfavorit diberikan kepada SUKRIYADI SOEKARTOEN dari Semarang, dan kepada peserta termuda dalam hal ini YUDHIS (8 tahun) dari Jimbaran Bali.

Karya-karya para peserta di atas saya kategorikan menjadi beberapa kategori pembagian yang tidak hanya mengandalkan gambar muka Jaya Suprana saja, namun ada 'sesuatu' di balik itu semua. Kategori pertama adalah Sosok Jaya Suprana. 
Karya dari salah satu juri: Pakdhe Jan Praba (Juragan Kopi) 


Sosok 2 

Sosok 3

Sosok 4
Kategori kedua adalah Jaya Suprana yang sedang bergelut dengan piano, mengingat beliau dikenal sebagai pianis yang handal. 
Piano 1

Piano 2

Dari Sudut Piano

Jaya Suprana dan Vokal
Ayam Jago identik dengan produk yang ditawarkan oleh Jaya Suprana, sebagai salah satu merk dagang jamu yang beliau produksi. 
Piano dan Jago 1

Piano dan Jago 2

Piano dan Jago 3
Visi dan misi dari Jaya Suprana sebagai seorang yang peduli pada beberapa hal, bukan hanya pada pelestarian herbal nasional (jamu) namun perhatiannya juga pada masalah salah kaprah yang ada pada masyarakat luas. Jaya Suprana menggagas Kelimologi yang bukan hanya mendeskripsikan sesuatu yang salah kaprah, namun Kelirumologi bukan ilmu yang mempelajari bagaimana cara membuat kekeliruan, tapi ilmu yang mempelajari kekeliruan untuk memperbaikinya (atau membiarkannya). Misalnya Air Putih.  Selama ini kita tahu bahwa air putih itu, minuman air tawar yang jelas-jelas transparan, contoh air putih secara harfiah seperti air susu, air kapur dll. Tetapi orang pasti akan agak asing apabila kita menyebut air putih dengan sebutan "air Transparan", jadi biarkanlah kekeliruan itu terus ada. 

Mbok Jamu

Visi Budaya

Otak Cerdas yang Komplek

Jago dan 'Jagoan'

Multitalenta
Setelah tanya sama eyang Wikipedia disebutkan bahwa Jaya Suprana lahir di kota Denpasar, Bali pada 27 Januari 1949. Pada usia 10 bulan pindah ke Semarang dan dibesarkan dalam kultur kebudayaan Jawa. Dikenal sebagai seorang berkepribadian unik, jenius, kreatif dan memiliki berbagai bakat. Mempunyai hubungan harmonis dengan berbagai tokoh politik, kesenian dan agama. Dikenal sebagai pianis, komponis, penulis, public speaker, tv presenter, kartunis, kelirumolog, humorolog, filantropis, pemerhati masalah sosial, budayawan dan pengusaha.Presiden Komisaris Jamu Jago Grup (didirikan tahun 1918), terdiri dari : PT Industri Jamu Jago, PT DG Farm dan CV Rukun yang bergerak dibidang obat-obatan tradisional dan obat-obatan farmasi. Pendiri Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), sebuah lembaga pencatat prestasi superlatif bangsa Indonesia (1990). Kumpulan rekor telah dibukukan dalam buku Rekor-Rekor MURI, yang disunting oleh Aylawati Sarwono dan diberi kata sambutan oleh Presiden RI. Lulus dengan predikat terbaik dibidang pianoforte dari musik Hochschule, Muenster, Jerman pada tahun 1970 dan menjadi orang Asia pertama di Jerman yang diangkat menjadi Kepala Sekolah Musik. Karya musik telah dipergelar di Jerman, Belanda, Polandia, Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Singapura, Hongkong, Jepang, Srilangka, Bangladesh, Kenya, Aljazair, Spanyol, Hungaria, Austria dan berbagai siaran radio dan televisi. Kompilasi karya-karya musik Jaya Suprana diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Musik, Jakarta dalam bentuk album "The Complete Works of Jaya Suprana". Bersama Aylawati Sarwono, pada tahun 2009 Jaya mendirikan sebuah Lembaga Pendidikan Seni Pertunjukan "Jaya Suprana School of Performing Arts", yang banyak memberikan kontribusi dan beasiswa untuk mengembangakan seni musik, seni tari, seni teater dan kesenian tradisional dan mendirikan Paguyuban Wayang Orang Indonesia Pusaka yang telah mempergelar lelakon "Banjaran Gatotkaca" di Sydney Opera House (18 Desember 2010) dan di Istana Negara (29 Juli 2011). Karya kartun telah dimuat di berbagai media cetak dalam dan luar negeri dan dibukukan dengan judul "Koleksi Kartun Jaya Suprana". Karya tulis telah dibukukan dalam: Ensiklopedi Kelirumologi, Naskah-Naskah Kompas, Pedoman Menuju Tidak Bahagia dan Kelirumologi Reformasi. Jaya Suprana mengabdikan sisa hidupnya untuk membina anak anak Indonesia berbakat seni luar biasa agar dapat berkiprah di panggung dunia mengharumkan nama bangsa dan negara Indonesia. Salam Kartun


Referensi
http://www.facebook.com/groups/464598400252918/ Lomba Karikatur Jaya Suprana
http://id.wikipedia.org/wiki/Jaya_Suprana6