Advertisment

Saturday, January 12, 2013

Hidup di Jogja 3 (Teaching Edition)

Etnokartunologi (Padepokan Tamantirto-DIY). Pada edisi terakhir Hidup di Jogja ini saya membahas tentang kehidupan mengajar dan belajar. Secara umum adanya KBM atau Kegiatan Belajar Mengajar, namun saat ini berkebalikan karena saya sedang menjalankan KMB -bukan Konferensi Meja Bundar tapi Kegiatan Mengajar Belajar. Mengajar adalah aktifitas yang paling menyenangkan selain menggambar kartun (ngartun). Dengan mengajar kita dapat menjadi lebih awet muda, rajin membaca, semakin percaya diri dan beribadah. Transfer ilmu untuk kemajuan peradaban, itu kalau untuk orientasi jangka panjang sekali, tapi kalau jangka pendek ya untuk sukses ujian. Bergabung dengan Ganesha Operation sejak tahun 24 November 2008, menjadi pengajar bimbel adalah aktifitas yang menyenangkan karena dapat membuat awet muda dan dompet akan selalu terisi. 
with RK: Mengajar di GO se-DIY 
Seperti halnya nomor polisi kendaraan yang  akan mengalami mutasi atau ganti nama jika pindah kota, berpindah mengajar dari Cabang Surabaya menuju Jogja mengalami perubahan nama, tercatat pindah kota 28 September 2012. Dulu dipanggil Pak RO sekarang dipanggil Pak RK, pertimbangan mengganti karena telah ada pengajar yang mempunyai nama RO juga. Jika mengajar di cabang Surabaya harus membackup kawasan lain sampai luar kota nun jauh di sana (Pamekasan, Tuban, Probolinggo sampai Jember) maka untuk di cabang Jogja cukup membantu kantor-kantor (unit) pinggiran. Mulai dari paling jauh: unit Wates (Kulon Progo), Parangtritis (Paris), Jalan Magelang (Jamal), Bantul dekat gentong besar yang ada di pusat kotanya sampai unit Kaliurang (Jakal). Orang Jogja punya hobi membuat singkatan dari jalan sampai tempat-tempat tertentu, misal ada istilah Amplas, awalnya saya pikir alat untuk menghapus cat dan menghaluskan permukaan ternyata singkatan untuk nama plaza atau mall. Ada lagi MONJALI (tempat wisata dekat Ring Road yang dikenal sebagai Monumen Jogja Kembali), GUNDUL (untuk kawasan Gunung Kidul). Secara sosiolingusitik, perilaku untuk mempersempit atau membuat singkatan dari kata-kata adalah cerminan karakter masyarakat yang kreatif, tidak mau terlalu berbelit dan suka sesuatu yang berhubungan dengan efisiensi. Ada seorang teman yang pernah mempertanyakan singkatan dari Tempat Piknik Gunung Kidul itu apa? kalau dijawab kelihatannya saru, namun dibelahan dunia lain dianggap sebagai hal yang bagus. 
Perjalanan Malam Jogja-Malang pp 
Mengajar di bimbel hanya untuk hari senin-selasa-jumat malam dan sabtu, hari lain konsetrasi pada kuliah dan mengajar lagi. Perseptember 2012 saya mendapat amanah untuk turut mencerdaskan kehidupan para calon antropolog Universitas Brawijaya, Malang. Mengajar tiap hari kamis siang jadi rabu petang atau malam adalah waktu untuk keberangkatan menuju ke Jawa Timur. Jika dulu di juluki pengajar AKDP (Antar Kota Dalam Provinsi) sekarang seorang teman menyebut sebagai AKAP (Antar Kota Antar Provinsi). Awal mula untuk menjadi manusia lintas kota terdapat proses adaptasi yang harus didasari oleh hati yang ceria, pasalnya Jumat pagi harus sampai Jogja kembali. Seiring waktu berjalan, duduk dalam bus berjam-jam sudah menjadi santapan yang biasa. Selama musik ada atau lagu-lagu di MP3 berkumandang dan perut kenyang maka perjalanan terasa begitu nikmat. 

PO Handoyo (3) Patas Jogja-Malang pp
Perjalanan Jogjakarta menuju Malang jika menggunakan bus langganan hanya menempuh waktu 8-9 jam jika lalin lancar, namun kalau ada sesuatu di jalan pernah mencapai 11 jam. Kalau naik kereta adanya yang berharga mahal, maka alternatifnya adalah bus. Jika ingin lebih murah lagi tapi agak capek adalah naik bus ekonomi dan harus putar terminal Bungurasih Surabaya dulu. Namun kalau ingin lebih cepat dengan nambah biasa sedikit maka pilihannya adalah bus patas, Handoyo adalah bus langganan saya dan sampai pernah mendapat tiket gratisan karena menukar 12 karcisnya. Bus ini spesialis luar kota sampai luar provinsi. Berangkat dari terminal Giwangan Jogja pukul 19:00 sebelum berubah dari pemberangkatan reguler yang dulu setiap pukul 20:00 WIB. Harga tiketnya  fluktuatif karena memang bus kelas bisnis, harga pelanggan dengan yang bukan berbeda, tapi rata-rata Rp 75 ribu jika berangkat dari Jogjakarta itu sudah termasuk makan tengah malam di RM Kurnia Jatim daerah Ngawi. 
Menangani siswa dengan mahasiswa terdapat perbedaan yang mendasar terutama dalam hal pendekatan. Jika anak-anak SMA semua materi sudah terpaket dan kita tinggal menyajikan saja, kalau mahasiswa perlu pengembangan dan improvisasi yang lebih. Maka sesi tanya jawab dan diskusi interaktif setelah penyampaian materi adalah hal utama dalam menanggani mahasiswa. Promosi dan rekomendasi serta seruan untuk membaca buku-buku terbaru, jurnal-jurnal tertentu adalah formulasi agar mahasiswa semakin kritis dan mau banyak belajar. Intinya mengajar adalah suatu kegiatan yang membuat kita lebih banyak belajar juga, aktivitas yang menyenangkan dan dapat berbagi kopi dengan semuanya, mulai Office Boy, teman pengajar sampai Mahasiswa. Carilah Ilmu sampai ke Negeri Cina katanya, salam Ngartun
Bonus Pict:
Mengajar dan Kopi (lokasi GO Abu DIY)

Solusi Jogja Malang  via Surabaya yang murah Bus Sugeng Rahayu, ekspress hanya Rp 38 ribu