Advertisment

Monday, December 31, 2012

Tahun Baru: Refleksi dan Instrospeksi (Ngartun part 27)

Etnokartunologi (kos Bantul)                        
Happy new year
May we all have our hopes, our will to try
If we don't we might as well lay down and die
You and I

Cuplikan lirik lagu di atas lagu khusus tahun baru yang dipopulerkan oleh ABBA, Grup jadul beranggotakan dua couple yang legendaris. Tahun baru adalah momen yang diharapkan kita dapat menjadi lebih baik di masa mendatang. Oleh karena itu, jika saya mengamati beberapa jejaring sosial hari di penghujung tahun 2012 ini, nampak isinya rata-rata tentang tahun baru. Ada yang membuat rencana mau bakar apa nanti malam, rencana pergi kemana sampai ada yang menjadi motivator dadakan. 

Polong (Tiwul) dalam Jawa Pos 3 Januari 2008
Gambar di atas adalah gambar yang waktu Tiwul masih mempunyai nama lain Polong. Dimuat Jawa Pos pada tanggal 3 Januari 2008. Masa-masa 2006-20010, masa gila kerja terutama kegemaran yang sangat tinggi untuk menggambar. Tahun baru adalah sebuah momentun yang bagian sebagian orang dianggap penting terutama sebagai ajang untuk evaluasi diri. 
Terompet 
Tahun baru identik dengan terompet, hujan, orang konvoi, bakar, bakar-bakar dan kembang api. Sejak malam mulai beranjak beberapa orang terutama yang muda mudi telah siap pasang badan untuk menghabiskan waktu bersama pujaan hati. Adapula yang telah janjian untuk kumpul di satu tempat dan kemudian mengadakan acara bakar-bakar, ada yang bakar ikan, bakar jagung sampai sekadar bakar api unggun dalam rangka menghangatkan tubuh menghindari hawa dingin pegunungan. 

Terompet bentuk tak biasa
Terompet merupakan benda wajib dalam setiap menyambut detik-detik pergantian tahun, jika dulu terompet berasal dari kertas dengan kertas dan plastik hias yang berumbai-rumbai. Terompet ini adalah hasil karya anak bangsa sendiri. Artinya dengan membeli terompet yang bukan plastik artinya kita telah mencintai produk dalam negeri. 
Produsen terompet: usaha musiman yang lekang jika ada hujan 

Tahun baru adalah sebuah awal untuk menjadi lebih baik lagi daripada tahun yang telah berlalu. Masa ini dijadikan orang untuk membuat suatu resolusi terhadap dirinya sendiri. Berbagai target dijanjikan misalnya ada yang ingin menjalani hidup menjadi lebih benar lagi, ada yang ingin supaya cepat nikah (minimal lamaran), bagi yang melajang berharap cepat mendapatkan pasangan dan berbagai harapan-harapan yang lain. Namun apalah arti sebuah harapan jika kita melihatnya dari diri sendiri yang mengandalkan ego dan subyektifitas tinggi. Kita hanya mempunyai satu sudut pandang, berbeda jika ada pihak yang lain turut menginstrospeksi. Oleh karena itu kritik dan saran dari orang lain diperlukan supaya kita tidak salah langkah lagi. 
Kritik dan asosiasi 
Kritik tidak selalu menyenangkan, perasaan terbuka diperlukan agar kita tidak terbawa emosi sesaat yang dapat mengganggu hubungan kita dengan orang lain. Orang banyak bicara dapat kita temui di mana-mana, namun untuk orang yang mempunyai kemampuan mendengarkan dengan seksama jumlahnya masih terbatas. Pendengar yang baik adalah yang selalu listening untuk understanding, mendengarkan dengan seksama agar mengerti lebih dalam tentang diri seseorang dengan begitu akan mengetahui celah dan kekurangan yang harus direnovasi. Ibarat lagu MLTR (band yang selalu tekun belajar musik rock) terbaru yang berjudul Renovate My Live. 
I love Coffe @Kandang FIB UGM

2013 bagi saya adalah sebuah angka yang bermakna, jika kita total seluruhnya menjadi 24, angka ini identik dengan waktu yang bergulir selama sehari semalam. 2013 bagi saya merupakan pemanfaatan waktu untuk hal-hal yang positif, produktif dan inovatif. Time is Money, prinsip dari aliran Weberian ada positifnya jika kita menerapkannnya dalam menggunakan waktu sebijak mungkin. Jika saya mau merenovasi kehidupan, maka di tahun 2013 ada beberapa hal yang dilakukan secara optimal. 20 jam untuk bekerja, mengajar, cicil tesis, membaca sampai menghasilkan 1 karya (kartun atau artikel) minimal seminggu sekali dan semua itu akan dapat tercapai jika kita tidur hanya sekurangnya 3 jam sehari. Semoga di tahun mendatang kita menjadi lebih baik dan produktif. Salam Ngartun