Advertisment

Thursday, May 17, 2012

Refleksi 3 Tahun menjadi Motorist Teacher: Spidol Weapons

Spidol 3 Warna
Etnokartunologi (Galeri Fisip-Sby) Setiap profesi mempunyai benda-benda yang menjadi alat sekaligus atribut yang mampu menciptakan suatu identitas dari aktivitas tertentu. Senapan identik dengan tentara atau pemburu, Tespen identik dengan tukang listrik, Alat pelampung berarti penjaga pantai dan Guru identik dengan kapur tulis. Guru masa lalu selalu dihubungkan dengan kapur tulis, jaman telah berganti era blackboard diganti dengan whiteboard. Kapur tulis telah berganti menjadi spidol. Kali ini saya akan membahas senjata sehari-hari saya dalam bekerja sebagai seorang pengajar yaitu Spidol (3 warna pula).
Pernah suatu hari ada teman yang kebetulan ngopi bareng sebelum berangkat ngajar menanyakan isi tas kerja yang kubawa, benda pertama yang kuperlihatkan adalah spidol dan tidak hanya satu tapi 3 buah dengan 3 warna. Spidol sudah menjadi benda pegangan sehari-hari sejak 2008 akhir. Pada awal-awal mengajar dengan piranti dari crayon menuju spidol ternyata melalui adaptasi yang cukup sulit, kalau tinggal sekadar menulis saja enak tapi ada prosesi tertentu yang harus dilewati sebelum mengajar.
Ketika bel berbunyi para pengajar langsung menuju satu tempat yang berisi botol kecil warna-warni, botol plastik imut yang berisi tinta berwarna merah-hitam dan biru yang menjadi warna trademark. Spidol adalah benda kecil yang telah bisa mengubah dunia, selain untuk dunia pendidikan juga untuk dunia ilustrasi terutama ngartun. Karena kurang hati-hati satu kemeja putih telah menjadi korban dari tinta-tinta yang tidak bisa hilang jika menempel di baju walaupun dicuci dengan segala daya upaya. 
Sang Penemu Spidol (Coutesy of 123people.com)

Sejarah Spidol
Alkisah, Spidol pertama merasa diciptakan oleh Sidney Rosenthal pada tahun 1952 dengan piranti yang sederhana. Spidol yang menjadi pioner tidak terbuat dari plastik namun terdiri dari botol kaca jongkok yang diisi tinta dan ujung dari serat wol. Spidol ajaib atau “Magic Marker” adalah nama asal dari spidol perdana yang didasarkan pada kemampuan untuk menandai dan menulis pada permukaan apapun. Pada tahun 1989 Magic Marker dijual kepada Binney &amp karena pertimbangan produksi dan permodalan yang stagnan. Tahun 1991, setelah pengembangan produk selama 2 tahun, Binney & Smith memperkenalkan Magic Marker yang diubah dan diperkecil sehingga memungkinkan untuk menghasilkan detail pada penulisan. Pada tahun 1996, Binney & Smith memperkenalkan produk spidol yang bisa dihapus (kayak yang buat nulis di whiteboard di sekolahan) Di belahan bumi yang berbeda, terinspirasi oleh Magic Marker buatan Sidney, pada tahun 1962, pena berujung serat modern (simpelnya sih spidol juga, tapi kecilan) diciptakan oleh Yukio Horie dari Tokyo Stationary Company di Jepang. Pena ini menggunakan bambu untuk serat (meskipun serat sintetis kemudian menggantikan bambu) dan adalah yang pertama untuk menggunakan pewarna daripada tinta untuk mendapatkan pigmen mereka. Pada tahun 1963, berdasarkan pada penemuan Yukio Horie, The Avery Dennison Corporation menciptakan pertama highlighter dengan merek dagang “Hi-Liter” dengan mengganti tinta biasa dengan tinta tembus pandang (tapi ada warnanya, kayak highlighter biasa). Hi-Liter datang dalam berbagai warna pastel tapi pada tahun 1978, mereka memperkenalkan warna-warna neon pertama. Warna neon (fluorescent) pertama, kebetulan, berwarna kuning yang mengapa highliter lekat dengan warna kuning neon. Pada tahun 1971, menyaingi perusahaan Avery, perusahaan produsen alat tulis dan kosmetik asal Jerman juga memproduksi highlighter dengan merek dagang sendiri, dan kini menjadi produsen Highlighter terbesar di dunia.
Warna dan Kepribadian 
Sebagai lembaga kursus atau bimbingan belajar yang menjadi lembaga informal dalam pendidikan, kantor saya Ganesha Operation menggunakan cara belajar yang penuh inovatif dalam transfer ilmu. Salah satunya adalah penggunaan spidol warna warni yang dapat memancing ketertarikan dalam belajar dan merangsang otak untuk mengolah informasi lebih jauh. Pada dasarnya manusia adalah makhluk estetika diantaranya dalam warna favorit, warna adalah spektrum cahaya dan teksur yang dapat diterima oleh panca indera terutama mata dan terdiri atas warna dasar merah, jingga, kuning, hijau, biru, merah dan ungu (MeJiKuHiBiMiU). Hitam dan putih adalah dasar pada spektrum tentang gelap dan terang.
X-Men -Logan Pose (Photograph by Ardee P.)
Hidup itu perlu variasi, kalau pada satu jalur artinya monoton dan mengganggu kreatifitas. Oleh karena itu diperlukan sesuatu yang berwarna-warni agar hidup menjadi lebih indah. Spidol 3 warna adalah benda wajib yang selalu saya bawa 3 tahun terakhir. Kadang yang lebih ekstrim, berangkat ke kantor dengan cuma membawa spidol saja. Warna berhubungan dengan kepribadian dan bisa menjadi terapi untuk suatu penyakit. Warna hitam berarti sesuatu yang elegan, misterius dan hati yang mantap. Merah adalah semangat hidup yang menyala dan pertanda ambisi yang tidak kunjung padam. Biru adalah ketenangan dan kemampuan untuk mempertimbangkan segala sesuatu dengan lebih bijak. Hitam-Merah-Biru adalah perpaduan yang biasa saya terapkan pada saat mengajar dengan variasi penyajian yang membuat siswa tidak mudah bosan dan tertarik untuk menulis.Tidak jarang saya biasa menampilkan pengajaran ala kartunis pada waktu menyampaikan materi, misal jika sedang mengajar tentang perang, biasanya langsung menggambar tank atau kapal perang. Kalau sedang membahas mesir kuno saya langsung menggambar piramida lengkap dengan padang pasir dan pohon kurmanya. 
Warna bisa membawa psikis kita kearah yang lebih baik. Orang Cina biasa menggunakan warna merah menyala bukan hanya pada saat perayaan hari besar saja, namun bisa sebagai alat untuk didekatkan dengan jodoh bagi yang masih lajang. Terapi warna bisa menjadi alternatif penyembuhan berbagai penyakit terutama penyakit hati, hati yang galau, hati yang keseleo sampai hati yang fraktur alias broken heart. Warna juga bisa menjadi sarana untuk kamuflase, misalnya jika anda yang mempunyai ukuran badan agak jumbo, ada baiknya menggunakan warna baju yang hitam agar terkesan kurus. Bagi yang suka sakit kepala sebelah alias migrain penggunaan warna jingga atau orange bisa menjadi terapi untuk memberi efek kepala lebih fresh. Insomia atau susah tidur bisa menggunakan warna ungu agar mata mudah mengantuk, warna ungu tidak selalu di tembok namun bisa diterapkan pada bantal, lampu bahkan jika perlu tidur sambil didampingi terong warna ungu. Bagi orang yang mempunyai sifat tertutup, pemalu dan cenderung menghindar penggunaan kuning dan orange bisa membuat orang lebih terbuka dan bersemangat. Pada dasarnya warna dibagi menjadi warna panas dan warna dingin. Warna panas (kuning-orange-merah) cocok buat orang-orang yang sedang dirundung nestapa agar bisa bangkit. Warna dingin (hijau dan biru) cocok untuk orang yang penuh amarah dan membutuhkan ketenangan. Mengajar adalah aktivitasku dan Spidol adalah Senjataku. Salam Ngartun !!. 


Sumber: http://archive.kaskus.us/thread/5960974 (asal usul spidol), Psiokologi Interaktif TalkShow (terapi warna).



No comments:

Post a Comment