Advertisment

Thursday, May 31, 2012

Cartoonist of the month: Kasmyanto Gino

Etnokartunologi (kamarkos-sby). Rublik Cartoonist of The Month kali ini datang agak terlambat. Kesibukan mengajar membuat saya tidak sempat untuk menulis dan ada kartunis yang tepat untuk dijadikan Cartoonist of The Month bertepatan dengan momentum ulang tahun Kota Surabaya yang ke-719. Sejak 2003-sekarang saya hidup di kota Surabaya, sebagai penghargaan atas kesempatan tinggal di kota yang unik ini saya telah menemukan kartunis lokal yang karyanya telah saya lihat sejak SD. Kasmyanto Gino atau lebih terkenal dengan Gino adalah kartunis yang mengasuh rublik Gino, komik situasi yang berada di cover belakang Majalah Mentari Putera Harapan. Majalah ini bacaan saya pada masa kecil selain Majalah Bobo, Ananda dan Aku Anak Sholeh.
Gino dalam Wajah Sebenarnya (Courtesy of Gino's FB)
Kasmyanto Gino atau lebih beken dengan panggilan Gino, lahir di Surabaya pada 11 Oktober 1971 dan sampai sekarang tinggal di Surabaya tepatnya di Jalan Simolawang I/15 Surabaya. Karya-karyanya telah diterbitkan dan menjadi konsumbi publik adalah Tari dan Goresannya (1993), Super Bego (1998), Garda (1993) dan Gino and Friends (Komik Strip mingguan 1993 sampai 2009). 
Gino and Friends (Courtesy of ginocs.blogspot.com)

Karakter Tari dan Goresannya serta komik Gino adalah kartun yang akrab dengan saya sejak masih duduk di sekolah dasar. Saat itu majalah mentari adalah majalah yang akrab di lingkungan anak-anak terutama daerah Jawa Timur. Rublik yang berbasis komik dan menjadi ikon majalah ini adalah komik Hamindalid (penyihir  serba bisa dan baik hati), Tari dan Goresannya serta yang berhubungan dengan Kasmyanto adalah Gino, dari ikon itulah namanya sekarang lebih terkenal dengan sebutan Gino. Tema yang diusung dalam setiap penceritaan adalah hal-hal yang sederhana dan dekat dengan dunia anak, yang terkadang ada sisi usil dan sisi lucu dari keluguan sekelompok bocah. 

Gino and Friends 
Gino adalah sosok anak yang serba ingin tahu, suka mengenakan baju yang mirip tukang ledeng dalam Super Mario dan selalu memakai topi yang terdapat huruf G (inisial untuk Gino). Gino tidak sendiri tapi ada teman-teman setia yang selalu menemani mulai dari manusia sampai hewan peliharaan yang unyu. Teman-temannya tidak muncul dalam sekali cerita namun kerap tergantung pada situasi dan setting cerita. 
Dalam analisa kontekstual, nampak Gino berusaha mengangkat tema-tema keseharian yang tidak jauh dari tempat tinggal dan lingkup berpikir kesehariannya. Ada hantu, super hero dan berbagai bentuk keusilan khas anak-anak adalah nilai lebih karya kartun Gino. Gaya ekspersi dan bicara yang apa adanya serta ceplas-ceplos mewakili karakter khas Suroboyoan sebagaimana asal dan domisili Gino. Orang Surabaya terkenal dengan gaya bicara yang lugas dan apa adanya walau sedikit keras. Penggunaan ekspresi maksimum pada klimaks cerita merupakan salah satu indikator kelugasan dan gaya ekspresif dari Gino.
Pada era 2005-an Jawa Pos secara rutin memuat karya-karya kartun strip dengan tema dan karakter yang bebas. Gino tidak mau ketinggalan dengan menjadi kontributor dalam rublik ini dengan mengirim karya kartun strip dan komik pendeknya. Gambarnya tetap khas dan yang berubah hanya rumahnya saja, berubah menjadi Gresik dari asalnya Surabaya. 
Kasmyanto dalam rublik Senyum itu Sehat Jawa Pos
Analisa Visual 
Secara visual karakter kartun Gino adalah jenis Quirky Cartoon, sebuah genre kartun versi Joel Mishon yang bercirikan badan pendek dan berkarakter imut. Kartun tipe ini dapat merepresentasuikan kepribadian dari kartunisnya dan apa yang menjadi visi dalam benaknya. Humor yang mendominasi kartun jenis ini adalah penekatan tradisional yang lebih mengarah pada humor yang mempunyai perbedaan intrepetasi dan sikap tokohnya. Gino menggabungkan antara Quirky Cartoon dengan Maximal Expression yang bisa membuat karyanya terasa khas dan tidak pernah berubah sejak jaman saya SD sampau sekarang. 

Daftar Pustaka: Cartoon Workshop (How to create humour) Joel Mishon dan Ed Beardwell 2003 Collins

No comments:

Post a Comment