Advertisment

Wednesday, March 7, 2012

Tips Menggambar Foto (Potrait Drawing)

Anatomi Wajah Dasar 
Jika anda melintasi daerah Jalan Tunjungan Surabaya  ada beberapa lapak seniman gambar yang menggelar 'barang dagangan' di trotoar. Mereka adalah tukang gambar spesialis potret dengan teknik hitam putih maupun warna yang memiliki kekhasan dan unik. Menggambar potret adalah seni menggambar yang membutuhkan pengetahuan tentang anatomi yang mendalam, Pengetahuan mengenai tata cahaya, komposisi, kontras dan tentunya teknik menggambar yang baik.
Dibutuhkan ketelitian tinggi dalam menggambar foto, setiap lekuk garis wajah harus disajikan lengkap dan sesuai dengan aslinya. Gambar foto berbeda dengan karikatur karena karikatur lebih mengutamakan ciri khas yang kemudian ditonjolkan dengan eksagerasi. Oleh karena itu, pengetahuan anatomi dasar mutlak diperlukan bagi siapa saja yang ingin menekuni dunia ilustrasi. 

Teknik yang mendetail 

Apa yang anda butuhkan untuk mulai menggambar adalah foto, selembar kertas sketsa, dan pensil gambar. Setiap orang memiliki preferensi mereka sendiri ketika memilih kertas gambar, pensil, dan ukuran foto untuk menarik. Pensil lebih menarik karena setiap goresannya dapat menampakkan sisi artistiknya dan dapat dibuat sesuai dengan kadar kepekatan mulai dari H sampai 6B. 
Berdasarkan teknik baku dalam ilustrasi,  Cara terbaik adalah untuk menarik garis besar wajah manusia pertama. Berikut adalah beberapa tips untuk membantu menggambar wajah: .
* Mata pertama: Jarak antara mata adalah panjang yang sama sebagai salah satu mata;
* Hidung berikutnya: Lebar hidung adalah jarak yang sama antara kedua mata; Panjang hidung adalah satu setengah panjang mata;
* Mulut: Tepi-tepi garis mulut dengan murid mata;
* Garis Besar Wajah: Dari garis rambut ke alis, adalah jarak yang sama dari alis ke puncak hidung. Ini juga jarak yang sama dari ujung hidung ke dagu.
* Telinga: Telinga dimulai pada alis dan berakhir pada mulut.
Pelukis wajah Jogja

Secara teknik untuk menghasilkan karya yang terbaik dibutuhkan trik sebagai berikut:
* Gunakan ujung pensil Anda agar arsiran lebih tajam dengan penekanan yang pas;
Kontras dan Arsir
* Selalu mulai dengan pensil bertimbal lembut. 
* Gunakan penghapus yang besar. Alasannya dapat digunakan berulang kali dan  sedikit meninggalkan suatu tanda atau debu di atas kertas.
* Jangan terburu-buru untuk menyelesaikan hanya karena Anda ingin mendapatkan dilakukan. Jika Anda mulai mengambil waktu Anda, terus melakukannya. Anda dapat melihat perbedaan ketika gambar selesai.
* Jika sesuatu tidak beres bagi Anda dan Anda tidak tahu apa itu. Berjalan kaki selama minimal satu jam agar tidak badmood. Ketika Anda kembali ke gambar, itu biasanya jelas pada titik apa yang harus diperbaiki.
* Selalu minta kritik konstruktif. Minta saran dan kritik dari orang untuk kritik karya demi kebaikan di masa mendatang. 

No comments:

Post a Comment