Advertisment

Thursday, February 16, 2012

Shaun The Sheep Soundtrack dan Tanda Tekstual

Mari kita karaoke sebentar.....



Lagu di atas adalah sountrack yang sekaligus menjadi opening song dalam Shaun The Sheep. Kalau kita menyaksikan di Televisi tidak semua lirik ditampilkan hanya lirik berikut yang kerap kita temukan:

He’s Shaun the sheep
He’s Shaun the sheep
He even mucks about with those who cannot bleat

Keep it in mind, He’s one of a kind
Oh...Life’s a treat with Shaun the Sheep

He’s Shaun the sheep
He’s Shaun the sheep
He doesn’t miss a trick or ever lose a beat

Perhaps one day, You’ll find a way
To...Come and meet with Shaun the sheep
Oh...Come and bleat with Shaun the Sheep!

Kali ini saya akan membahas lagu di atas dari kajian ilmu semiotika. Ilmu unik tentang tanda dan intrepetasinya yang kalau orang Jawa menyebut sebagai ilmu gatuk-gatuk matuk. Semiotika bukan hanya pada tanda visual, namun bisa pada tanda-tanda tekstual. Dalam sebuah teks (lagu, novel atau puisi) terdapat ikon yang apabila orang melihat adanya persamaan suatu tanda tekstual dengan acuannya. Kehidupan manusia dalam segala aspek adalah kehidupan tanda, sadar atau tidak kita telah menciptakan sebuah tanda, karen segalanya kemungkinan untuk dianggap sebagai sebuah tanda. Sebuah lirik lagu yang terdiri dari kata sifat, pergantian fokalisasi adalah sebuah tanda asal bisa dicerna dan akan lebih menarik setelah dilakukan analisis struktural yang sangat mendalam. 

Pada artikel sebelumnya saya membahas Shaun The Sheep dalam kajian Semiotika secara umum, dan untuk dialog antar domba analisa secara kebahasaan dalam Shaun The Sheep dalam kajian Sosiolinguistik. Posting kali ini membahas sisi soundtrack dalam hal lirik dan tayangan visualnya. Sekilas jika cermati lagu di atas, terdapat banyak hal yang menarik untuk dianalisa. Jika kita lihat videonya nampak Shaun dan Kawan-kawan dombanya tengah melakukan upaya untuk berburu kesenangan dengan pesta di rumah penggembala. Mereka melakukan berbagai perilaku seperti halnya manusia yang sedang pesta. Seperti biasanya Anjing kesayangan penggembala bertugas sebagai pengaman jalannya pesta dan pencari jalan keluar yang cepat agar tidak ketahuan manusia. Nampak dari video di atas, kesenangan yang ditawarkan jika kita melihat serial ngartun anilempung Shaun The Sheep. Diawali oleh musik yang ceria yang diputar dari radio tape recorder jaman jadul sebelum era compo. Kesenangan ibarat oase bagi orang yang telah lama jalan di padang gurun yang luas dan panas. Sekawanan domba mempunyai orientasi kesenangan dalam bentuk pesta dan melakukan hal-hal iseng yang didasari keingintahuan yang besar atas perilaku yang dilakukan oleh manusia. Mulai dari Photografi melukis, mencari bahan logam dengan detektor, berenang, nonton bioskop sampai pacaran. 
Tanda tekstual berhubungan dengan acuannya. Acuan adalah segala sesuatu yang dapat dibayangkan, dipikirkan dan ditafsirkan oleh manusia sebagai penerima tanda. Jumlah acuan yang mungkin ada juga tak terbatas. Acuan dapat bersifat kongkret atau abstrak, nyata atau imajiner, baik pada masa sekarang, lampau atau akan datang. Cara mencarinya adalah mengamati dengan jeli kemiripan apabila terdapat suatu identitas dalam persepsi suatu tanda dan juga dalam acuannya. Buat deskripsi tersendiri untuk tanda dan deskripsi sendiri pula untuk acuannya. Disini saya tidak membahas tipologi detail dari sisi kebahasaan karena aspek tipologi kurang begitu penting dalam analisa makna, tidak seperti aspek non kebahasaan (visual). Aspek visual bukan hanya dari video yang kita lihat di atas, tapi aspek ini bisa terbentuk dari kita memahami lirik lagunya kemudian membayangkan dan menghubungkan dengan aspek sosiokultural. Walaupun tanda tanpa tipografi pembaca akan mengerti acuan dalam teks yang telah dibacanya. 
Menurut Peirce, ikon dibedakan atas dua bentuk yaitu ikon topologis dan ikon diagramatik. Ikon topologis adalah ikon yang mengacu pada tipe, bentuk tertentu yang mempunyai kekhasan, ikon ini bersifat gradual, bertahap, berjejang dan tidak absolut. Ikon diagramatik dapat juga dikatakan sebagai ikon struktural atau relasional, lebih menekankan aspek hubungan yang erat di antara unsur pembentuknya dan susunan kata adalah faktor utama. 
Pada lirik "Keep it in mind, He’s one of a kind..Oh...Life’s a treat with Shaun the Sheep" Shaun The Sheep bukan hanya menghadirkan hiburan semata, namun jika kita perhatikan teks 'Keep it in mind' dan 'Life's a treat with Shaun The Sheep' nampak bahwa ada penawaran untun menuju kebaikan jika kita melihat lebih dalam. Beberapa episode Shaun The Sheep menawarkan banyak cerita yang mengandung unsur motivasi, kerjasama dan tolong menolong. Misalnya pada episode yang menolong alien yang terdampar di peternakan, bukan hanya dibantu untuk menghidupkan pesawatnya tapi pesawat itu juga dibesihkan sampai kinclong bak salon mobil. 'Life's a treat with Shaun The Sheep' bermakna pelepasan segala penat setelah menjalankan rutinitas dengan melihat Shaun The Sheep. Maka tidak heran jika Shaun The Sheep bukan hanya digandrungi oleh kalangan anak-anak, orang dewasa pun menyukainya terutama di luar negeri, negara dengan banyak penggemar animasi dan kartun. 
Walaupun ikonositas terdapat di mana-mana namun ada baiknya jika kita mengetahui prosedur untuk menemukan, metode yang tepat dengan batasan-batasan tertentu lewat semiotika. Maka pada postingan mendatang saya akan lebih banyak menerangkan seluk beluk semiotika terutama yang berhubungan dengan tanda-tanda dalam kartun dan tanda visual lainnya. Ikonositas muncul setiap kali pembaca menyadari bahwa suatu gejala semiotika non-konvensional terlihat baik secara tersurat maupun tersirat. Dibutuhkan kepekaan yang khusus untuk mengintrepetasikan gejala dalam teks sebagai ikon metafora. Kuncinya adalah kita harus mampu membedakan unsur-unsur dan gejala tektual yang patut dan pantas dianggap sebagai tanda yang bermakna yang ditentukan oleh kepekaan kreatif yang bersifat relatif. Bingung? tenang saja, manusia dianugerahi otak yang bisa mengintrepetasikan segala hal dan kita mempunyai kebebasan untuk itu. Salam Ngartun

Sumber: Youtube (video) dan Buku Serba-Serbi Semotika, Panuti S & Aart van Zoest. PT Gramedia 1992 (Artikel)

No comments:

Post a Comment