Advertisment

Monday, February 27, 2012

Osamu 'Astro Boy' Tezuka: Anak Kedokteran yang Menjadi Dewa Manga

Disiplin, kerja keras dan dedikasi pada profesi adalah ciri manusia negeri matahari terbit. Mentalitas yang baik berpengaruh pada perilaku yang baik pula. Jepang merupakan gudangnya orang yang gila kerja. Bagi kartunis ada seseorang yang saya juluki gila ngartun yaitu Osamu Tezuka. Beliau adalah pencipta Astroboy dan masuk dalam jajaran tukang gambar legendaris sepanjang masa
Courtesy of goikozu.com
Osamu Tezuka lahir pada 3 November 1928 di Tonoyona, Osaka, Jepang. Bernama asli Tezuka Shigeru dan tumbuh berkembang di daerah Takarazuka yang mempunyai alam yang indah dan beliau mempunyai ketertarikan pada serangga. Ia menjadi ahli peneliti serangga yang dikenal dengan entomologist walau amatiran namun telah menghasilkan dua buku ensiklopedia serangga yang digambar sendiri. Berawal dari serangga bernama Osamushi ia mendapat nama aslinya.
Sejak kecil Osamu Tezuka gemar dengan animasi buatan Disney dan mempunyai obsesi yang besar pada film. Kegilaan pada film dibuktikan dengan dalam setahun ia bisa nonton 365 film. Film-film yang berasal dari Disney, Jerman dan Prancis sangat berpengaruh pada dirinya. Film Disney seperti Snow White ditontonnya sampai 50 kali dan Bambi sebanyak 80 kali. Selain itu ia juga mengakui terpengaruhnya oleh kartunis New York, Max Fletcher pencipta karakter kartun Betty Boop. 

Mata orang Jepang khas ras mongoloid yang sipit berpengaruh pada penggambaran manga dengan mata yang dibuat besar, mungkin orang seniman Jepang mempunyai obsesi untuk memiliki mata yang besar. Pencetus penggambaran mata besar atau puppy-dog eyes adalah Tezuka yang dipengaruhi oleh Mickey Mouse, Bambi dan Betty Boop. Mata dan kepala besar adalah figurasi dalam kartun yang dapat menarik hati penggemarnya terutama anak-anak. Penggunaan mata yang besar berperan dalam pembentukan emosi dan karakter.
Hobi menggambar tidak harus masuk seni rupa, seperti halnya Tezuka yang lebih memilih mengikuti jejak ayahnya dengan masuk Fakultas Kedokteran Universitas Osaka dan lulus kuliah pada tahun 1958. Setelah menjadi dokter ia bukannya bekerja di rumah sakit yang menangani pasien namun memilih meneruskan bakat seninya dengan bekerja di rumah studio komik Toei Douga (Toei Productions) yang dikenal dengan Toei Animation. Proyek pertama yang dikerjakan oleh Tezuka adalah Tale of the White Serpent dan Monkey King.
Proses ngartun dan membuat komik juga dilakukan pada saat duduk di bangku kuliah dengan membuat komik empat panel Machanno Nikkicho (Machan's Diary) yang dimuat di majalah anak-anak Mainichi Shogakusei Shinbun pada tahun 1946.

Tahun 1947 ia menerbitkan Shin Takarajima (The New Treasure Island) berdasarkan cerita karya Shichima Sakai, walau dalam format sederhana namun dapat terjual lebih dari 400.000 eksemplar. Karya lain pada awal debut komiknya yang meraih sukses adalah Lost World dan Next World yang dibuat dari hasil adaptasi dari komik barat seperti King Kong (1947), Faust (1949), Pinocchio (1952), Around the World in 80 Days (1953) dan Crime and Punishment (1953).
Tezuka mulai mewisuda dirinya sebagai pemimpin komik Jepang pada 1950 dengan komik tentang seekor singa putih bernama Leo yang diberi judul Jungle Taitei (Kerajaan Rimba). Serial ini di Amerika diganti nama menjadi Kimba The White Lion yang diterbitkan di Manga-Shonen pada 1950-1954.
Selain segmentasi untuk anak-anak, Tezuka juga membuat komik dengan fokus pada remaja dan ada yang bertema fiksi ilmiah seperti Ribon no Kishi (Ribon the Knight), Lemon Kid, Ogon no Trunk (The Golden Trunk), Majin Garon, O'Man, Captain Ken, Big X dan W3. Ada pula karya yang seram seperti Vampire, Hinotori. Komik sejarah pun tidak luput dari proses kreatifnya seperti Dororo dan kisah dokter Black Jack yang merupakan komik terpanjangnya.

Courtesy of ugo.com
Pada tahun 1951, Tezuka menciptakan Atom Taishi yang diganti menjadi Tetsuwan Atom, bercerita tentang robot anak-anak yang menyerupai manusia dan setelah masuk ke Amerika komik ini berganti nama menjadi Astro Boy. Pada tahun 1961 Tezuka memutuskan untuk keluar dari Toei dan bergabung dengan kelompok produksi Independen Animation Party of Theree. Dalam rumah produksinya yang baru tersebut ia, membuat Story of a Street Corner dan Male dengan biaya sendiri. Setelah merasa berdaya, Tezuka mendirikan Mushi Studios (Mushi Productions) dan membuat animasi Tetsuwan Atom (Astro Boy). 
Astro Boy tampil pertama kali pada tahun baru 1963. Serial ini ini gagal menjadi animasi televisi pertama di Jepang  karena didahului alias kalah start dengan serial Otagi Manga Calender. Kisah dari komik Jungle Taiteri dibuat film animasi dan menjadi film animasi pertama berwarna di Jepang pada 6 Oktober 1965. 
Produksi animasi dalam studio yang dipimpin oleh Tezuka mengalami kelesuan karena masalah anggaran. Pada tahun 1968 studio ini berubah nama menjadi Tezuka Productions yang mempunyai misi dengan turut menganimasikan komik karya orang lain dan studio ini memperkerakan 400 karyawan. Pada tahun 1970, Tezuka membuat sejarah lagi dengan animasi untuk dewasa berjudul Cleopatra, Queen of Sex. 

Dedikasi dan totalitas yang tinggi pada komik membuat Tezuka semakin larut dalam berkarya sampai dikenal dengan workaholic alias gila kerja. Ia hanya tidur 3-4 jam pada malam hari. Kesibukannya selain sebagai pemimpin studio juga tetap mengerjakan komik. Agar lebih fokus berkarya ia memutuskan untuk berhenti memimpin studionya pada tahun 1971 dan bekerja secara independen. Pada masa indie label tersebut Tezuka berhasil membuat Triton of the Sea dan Mekro S. Pada tahun 1973 studio mengalami kebangkrutan karena ditinggal pemimpinnya yang sebelumnya bekerja baik. 
Proyek komik terus berlanjut hingga pada tahun 1972 Tezuka mengerjakan Buddha yang diadaptasi dari kehidupan Budha. Peristiwa bersejarah yang melibatkan Jepang dalam Perang Dunia II diabadikan dalam komik Adolf ni Tsugu sebuah kisah epik lebih dari 1000 halaman tentang PD II dan sesudahnya. Komik pamungkas yang dikerjakan oleh Tezuka adalah Hidamari no Ki (A Tree in the Sun). 
Sejak tahun 1982 Tezuka meninggalkan animasi komersial dan bekerja penuh untuk film animasinya sendiri dengan segala eksperimen. Berbagai penghargaan diterima oleh Tezuka seperti The Grand Prix untuk Jumping di Zagrep International Festival pada tahun 1984, The Grand Prix untuk Broken  Down Film pada the Hiroshima International Animation Festival. Penghargaan juga dari CIFEJ award untuk Legend of the Forest di Zagreb International Film Festival pada tahun 1988. 
Osamu Tezuka meninggal pada 9 Februari 1989 di Osaka akibat infeksi batu empedu pada usia 60 tahun. Sepanjang hidupnya Tezuka menghasilkan lebih dari 700 manga dalam 170.000 halaman lebih dan sekitar 60 film animasi. 
Pada tahun 1994 di kota Takarazuka, tempat tumbuh kembangnya Tesuka, diresmikan Osamu Tezuka Museum of Comic Art untuk mengenang jasa dan karya-karyanya. Pada tahun 1997 diterbitkan juga prangko Tezuka dengan karya-karyanya yang beredar di seantero Jepang. 
Courtey of otherworld-puputmelya.blogspot.com
Tezuka dijuluki sebagai Bapak Manga, Raja Manga atau Dewa Manga dan menjadi perintis dalam teknik dan genre komik Jepang (Manga). Pengaruh Tezuka pada komik Jepang tidak dibesar-besarkan karena ia menciptakan bentuk masa kini dari komik Jepang. Tezuka mengubah bentuk komik yang semula kaku dan statis menjadi lebih dinamis dan enak untuk dilihat. Kiprah Tezuka dalam dunia komik di Jepang juga berhasil melakukan revolusi proses kreatif pada tahun 1950-an dengan memberi gaji pada asisen dalam urusan mekanis. 
Tezuka adalah komikus yang konservatif bisa dilihat dari gaya berpakaian. Secara semotika penggunaan baret hitam dan kaca mata bergagang tebal adalah simbol dari kemapanan yang susah untuk digoncang. Hal ini terbukti dengan sikapnya yang kerap merasa tidak aman dan kurang nyaman dengan kehadiran komikus-komikus muda karena ia kuatir akan kehilangan penggemar. Jika pada asistennya ia cukup galak namun untuk urusan penggemar ia sangat ramah. 

"Orang asing sering sukar mengerti mengapa orang Jepang sangat suka komik. Satu penjelasan populernya komik di Jepang karena Jepang punya Osamu Tezuka, yang negara lain tidak punya. Tanpa Tezuka, komik di Jepang tak akan populer seperti sekarang ini" 
-Koran Asashi Shinbun, 10 Februari 1989-

Referensi : Google (gambar) dan Maestro Gambar Bercerita karya Anton WP (Artikel)

No comments:

Post a Comment