Advertisment

Monday, December 26, 2011

Ngartun dan Arsip Pribadi (Ngartun part 17)

Ngartun dan proses kreatif lainnya tidak harus dengan cerita fiksi atau yang penuh imajinasi tingkat tinggi. Apapun yang pernah kita alami juga bisa di buat dasar cerita dalam komik atau kartun. Tidak usah jauh-jauh ke negeri impian. Proses kreatif dengan melibatkan pengalaman pribadi dinamakan dengan Memoir, human document, indiviual's life history dan biografi. Terserah kajian mana yang akan kita pilih, semua mewakili penerapan pengalaman pribadi menjadi sebuah karya. 

Pengalaman pribadiku: Pertama kali datang ke Jakarta 
Ngartun dengan mengambil pengalaman pribadi menjadikan kita lebih nyaman dalam berkarya, karena yang kita gambar adalah diri sendiri. Jika pada masa lalu kita sering kenal dengan buku harian, diary atau yang hari ini tergantikan dengan blog, rata-rata berbentuk teks dengan gambar bunga-bunga atau tengkorak. Kesan privat sangat kental dalam penulisan dan penyimpanannya. Orang lain tidak boleh membuka apalagi membacanya. Tidak ada salahnya jika kita membuat arsip pribadi yang bisa di konsumsi semua orang. Tujuannya lebih humanis yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bersama dan sarana instropeksi agar kita tidak terlalu tertutup. Namun tidak semuanya kita ungkapkan di situ, untuk hal-hal yang bersifat langsung, pribadi dan rahasia tetap kita pegang dan simpan erat-erat. 


Ketika saya mulai menekuni dunia ngartun, salah satu teknik untuk menjaga produktifitas adalah dengan menggambar tiap hari. Tahun 2004-2007 adalah tahun gila dengan proses kreatif tidak kenal capek. Periode itu masa penemuan warna dan ciri khas pada gambar saya. Berbagai aspek keseharian saya gambar dalam kartun diary, mulai dari aktivitas kuliah, minum kopi, skripsi sampai liburan kuliah dengan mancing di kampung. 
The Widyo's Story: Catatan Kemalangan tapi Lucu
Individual's life history dalam antropologi adalah salah satu kajian dalam antropologi psikologi. Antropologi psikologi adalah cabang dari antropologi yang bersifat interdisipliner dan mengkaji interaksi kebudayaan dan proses mental. Terkait dengan Individual's life history, ngartun dapat digabungkan dengan pengalaman kita tentang cara perkembangan manusia dan enkulturasi dalam kelompok budaya tertentu. Ngartun bisa digabungkan dengan sejarah, bahasa, praktek dan kategori konseptual. Ngartun juga berhubungan dengan kondisi emosi, kognisi, persepsi, motivasi.
Pendekatan yang kita lakukan bisa dengan menjadikan diri kita sebagai obyek penderita atau menjadikan orang lain sebagai fokus dari gambar kita. Gambar di atas, adalah diri sendiri sebagai subyek sedangkan gambar ke dua adalah orang lain sebagai obyek. Pola etik dan emik adalah salah satu kajian ilmiah yang dapat kita terapkan dalam bentuk ngartun. 




No comments:

Post a Comment