Advertisment

Saturday, November 19, 2011

Ngartun dan Wedding (Ngartun part 15)

Ngartun dapat digabungkan dengan acara-acara tertentu. Seni yang mempunyai komunitas sendiri akan baik jika   ditampilkan dalam khalayak yang dapat memahaminya dan lebih baik lagi jika disajikan dalam berbagai kesempatan tanpa melihat siapa yang menikmati. Apresiasi dari orang yang awam dan yang ingin belajar lebih menampakkan sisi aspirasi masyarakat pada umumnya. Ngartun masih saudara dengan karikatur dan komik. Dunia komik bagi saya adalah dunia yang menarik walau ribet terutama dalam proses kreatifnya. Dunia karikatur memberikan kepuasan batin sendiri jika obyek yang kita gambar merasa puas dengan apa yang telah kita lakukan. Tapi perlu diingat bahwasanya orang timur masih mempunyai apresiasi yang sedikit kurang bagus terhadap karikatur, Jika orang barat merasa terhormat dan bangga jika dikarikatur, maka orang timur (Khususnya Jepang) merasa tersinggung jika ada gambar yang dibuat dengan bentuk hidung yang dibesarkan atau mulut yang dibuat tidak seperti biasanya. Padahal prinsip dasar dari karikatur adalah kekuatan eksagerasi atau kemampuan dan nyali seorang kartunis dalam 'merusak' wajah obyek yang kita buat. 
Kali ini saya akan menceritakan proses kreatif selama saya menghilang sejenak dari dunia blog. Kebetulan ada sohib yang sekaligus teman kuliah yang menikah. Langsung terpikir untuk memberikan sesuatu hadiah yang mudah dikenang namun berbeda dengan yang biasa dikasihkan orang. Hadiah yang cocok adalah membuat karikatur memperlai berdua. 
Ini Obyeknya...
Pandu dan Teteh 

Tahap pertama adalah membuat skesa outline dengan segala rencana mau dibawa kemana gambar yang akan  kita buat. Tahap awal adalah tahap yang membutuhkan mood dan keberanian yang tinggi karena memulai ternyata lebih sulit daripada mengakhiri dalam berkarya.
Tahap Kasaran 
 Jika tahap pertama sudah beres maka tahap berikutnya adalah penegasan gambar yang berupa outline menjadi detail. Tahap ini memerlukan kecermatan dan harus siap-siap berkotor ria karena menggunakan peralatan manual seperti pensil yang perlu sering-sering ditajamkan, tinta yang membutuhkan akurasi lebih karena tidak bisa dihapus atau dengan cat air yang dijamin belepotan.
Tahap menuju detail
 Tahap terakhir adalah tahap yang membahagiakan karena kita bisa melihat karya kita hampir jadi. Tahap yang membanggakan jika kita bangun tidur. Ingat kepuasan batin dan ketenangan hati seorang kartunis terletak pada kepuasan saat melihat karya yang dibuat semalam usai bangun tidur. Tidak heran jika beberapa seniman terkenal rela menghabiskan waktu berjam-jam dalam mengamati detail karya yang telah dibuat.
Finish setelah mendapat sentuhan teknik gosok. 

No comments:

Post a Comment