Advertisment

Monday, May 16, 2011

Resensi Buku: Pariwisata Terorisme


Judul: Pariwisata Terorisme (Obyek Wisata Baru di tengah Maraknya Ledakan Bom di Tanah Air)
Penulis: I.B. Shakuntala
Tebal: VIII+116 halaman
Penerbit: Pustaka Marwa, Jogja, Oktober 2003
ISBN: 979-9341-86-8

Buku ini diterbitkan untuk mengenang Tragedi Bom Bali I pada tahun 2002. Wisata Terorisme adalah buku gabungan antara humor atau anekdot teks dengan kartun sebagai ilustrasi dan komik strip sebagai sisipan pada bagian belakang.
Buku ini terdiri dari tiga bab yang terdiri dari Bab pertama membahas masalah perjalanan wisatawan asing khususnya Amerika dan Eropa menuju Bali. Bab dengan judul dari New York ke Bali memang relevan dengan sisi kontekstual dimana orang bule lebih mengenal Bali dari pada Indonesia. Bab pertama menyoroti masalah gerakan teroris di Indonesia termasuk sepak terjang dan perkembangannya.
Bab kedua menyajikan wacana baru dalam pariwisata karena bukan hanya keindahan alam atau budaya tradisional saja yang dapat menjadi asset pariwisata namun teroris juga dapat menjadi alternatif pilihan. Pasca bom Bali 2002 berbagai stasiun televisi mendatangi TKP Bom Bali di daerah Legian. Media lokal dan luar negeri berbondong-bondong mengadakan liputan, investigasi dan mencari berita teraktual tentang Bom Bali. Ketika siding pelaku Bom di Pengadilan Negeri Denpasar tidak sedikit orang dari luar negeri yang juga mengikuti persidangan.
Bab ketiga berisi tentang Pecahan Bom dan Ground Zero. Daerah sekitar jalan Legian yang menjadi TKP bom bali satu sekarang mempunyai monumen untuk mengenang para korban pengeboman. Daerah ini sekarang lebih dikenal sebagai ground zero yang menjadi salah satu tempat yang sering dikunjungi oleh wisatawan.


Buku ini dapat menjadi salah satu referensi yang menarik tentang artinya perdamaian dan kurang pentingnya kekerasan. Salah satu point yang membuat saya kagum dan penuh inspirasi dari buku ini adalah kalimat penutup "Kita bersyukur karena Tuhan memberi kita air mata untuk menanggapi setiap tragedi dengan cara yang spontan dan paling aman. Pikirkan seandainya Tuhan memberi kita masing-masing sebuah senjata, Apa yang akan terjadi??" ..Peace Man, with one love ..Rastafaria.

No comments:

Post a Comment