Advertisment

Thursday, February 10, 2011

Joke, Anecdote and Cartoon

Tertawa termasuk salah satu kebutuhan manusia. Manusia butuh eksistensi diri dan sarana berekspresi. Seni diciptakan dan tercipta sebagai wadah untuk menampung segala kreatifitas sebagai manifestasi dari pikiran dan perasaan. Perasaan yang paling diminati dan dicari adalah tertawa. Tertawa adalah ekspresi instuisi alamiah manusia terhadap hal-hal yang dianggap diluar dugaan, humor dan anti logika. Lelucon dan Anekdot adalah dongeng-dongeng yang dapat menimbulkan rasa menggelikan hati, sehingga menimbulkan ketawa bagi yang mendengar maupun yang bercerita.
Pak James Dananjaya dalam buku Folklore Indonesia mengkaji secara mendalam tentang Joke dan Anekdot. Joke disebut sebagai lelucon, dan yang membedakan antara lelucon dengan anekdot adalah dilihat dari pihak yang diceritakan. Jika anekdot menekankan pada kisah fiktif lucu pribadi seorang tokoh atau beberapa tokoh dan bersifat nyata. Sedangkan Lelucon menyangkut kisah fiktif lucu anggota suatu kolektif, berkelompok dan menyangkit unsur SARA.
Lelucon dibedakan menjadi dua yaitu lelucon murni dan humor. Lelucon murni mempunyai perspektif orang atau kelompok luar sedangkan humor menyangkut diri sendiri.
Ruang lingkup lelucon dan anekdot dibedakan dalam dua golongan klasifikasi, yaitu Anntti Aarne dan Stith Thompson serta golongan yang kedua adalah Jan Harold Brunvand.
Klasifikasi Lelucon dan anekdot menurut Aarne dan Thompson:
1. Numskull Stories (cerita tentang orang sinting)
2. Stories about Married Couples ( Suami istri)
3. Stories about a woman girl (wanita)
4. Stories about a man (Cowok)
5. The Clever man (Orang yang cerdik)
6. Lucky accidents (beruntung dari kecelakaan)
7. The stupid man (orang yang bodoh)
8. Jokes about parsons and religious orders (humor keagamaan)
9. Anecdotes about other groups of peoples (kelompok)
10.Tales of lying (cerita bohongan)

Klasifikasi lelucon dan anekdot menurut Brunvand terbagi menjadi tiga golongan yaitu: lelucon agama, lelucon bangsa dan lelucon seks.

Bagaimana dengan lelucon dan anekdot di Indonesia? James Danandjaja membagi menjadi tujuh jenis, diantaranya:
1. Agama (Tokoh dan ajaran)
2. Seks (Bangsa, suku bangsa, tokoh agama, tentara, politikus, dewasa, anak-anak)
3. Bangsa dan suku bangsa
4. Politik
5. Tentara
6. Profesor
7. Kelompok lain-lain.


Sekarang apa hubungan antara lelucon, anekdot dengan kartun. Kartun menurut Arthur Asa Berger dalam buku Tanda-tanda dalam Kebudayaan Kontemporer adalah suatu sistem tanda-tanda yang kompleks yang menimbulkan arti dengan menggunakan koleksi elemen-elemen penanda yang sangat banyak yang bisa dengan cukup mudah dicerna oleh pembaca. Secara umum kartun adalah sketsa atau gambaran yang berhumor bermakna simbolis, menyindir, menggambarkan suatu tindakan tertentu baik orang, kelompok maupun fenomena. Kalau Anekdot dan lelucon merupakan humor yang keluar dari mulut atau berupa teks. Kartun merupakan humor yang diekspresikan dalam media visualisasi dengan beragam teknik dan pilihan penyajian.
Kartun adalah cermin yang dapat merefleksikan fenomena sosial politik yang disertai dengan lirikan sesaat dan tawa kecil. Menggelitik namun dapat mengintrospeksi diri atau kelompok.
Tersenyum dan tertawalah sebelum tidak punya kesempatan dan kemampuan untuk melakukannya.

No comments:

Post a Comment